Berita Terbaru :
Miliki Nilai Ekonomi Tinggi, Puluhan Hektar Pisang Raja Kresek Dibudi Daya
Panen Raya Hasil Perikanan Blitar, Cukupi Pangan Dimusim Pandemi
Wujudkan Ketahanan Pangan Dengan Manfaatkan Bozem Untuk Budidaya
Penyelenggara Pemilu, Komisioner, PPK PPS dan PPDP Wajib Rapidtes
Tim Gugus Tugas Lakukan Penyemprotan di Kantor BKPP
ASN Dispenduk Capil Kembali Dirapid Test
Tentukan 1 Zulhijjah, Kemenag Jadwalkan Pelaksanaan Ruqyatul Hilal
Penjual Sapi di Pasar Gondang Legi Masih Lesuh Jelang Idul Adha
Tahapan Pilkada Serentak, KPU Pacitan Gelar Rapid Test Massal
   

Sebelas Emak-Emak Keracunan Jamu Gendong di Banyuwangi
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 22-10-2019 | 16:40 wib
Reporter : Iqbal Mustika, Handoko Khusumo
Banyuwangi pojokpitu.com, Sebelas orang warga sempat menjalani perawatan di rumah sakit, mereka diduga keracunan jamu gendong yang dikonsumsi sebelumnya. Kini polisi sedang melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Dalam kasus ini penjual jamu gendong juga sudah dimintai keterangan pihak kepolisian.

Sebelas emak-emak di Desa Bunder, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, saat terbaring lemas di rumah sakit, akibat mengkonsumsi jamu gendong yang dijual pedagang jamu keliling kampung.  

Kronologi keracuanan jamu yang menimpa emak emak tersebut, berawal dari penjual jamu keliling yang biasa menjajankan  jamunya  ke warga setempat. 
Sempat muncul kecurigaan dengan warna jamu tak sesuai dengan pada umumnya. Namun karena diyakinkan oleh pedagang jamu, ke sebelas emak emak pun akhirnya membeli dan meminumnya secara bergilir.

Bukannya kebugaran yang didapat, satu persatu emak-emak merasakan mual hingga muntah muntah. Hingga akhirnya kedua semuanya di larikan ke rumah sakit, guna mendapatkan pertolongan medis.

Dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dokter rumah sakit, semua positif akibat keracunan jamu. Hingga akhirnya dua pasien dipastikan untuk rawat inap, dan sembilan pasien lainnya mengikuti rawat jalan.

Korban keracunan jamu gendong itu adalah Nur Cahyani (45), Sindi Septi Dwiyani (16), Nur Aminah (47), Buhaenah (57), Mesati (20), Isti Roliyah (56), Isdiyah, Sadiyah, Sulianik, Katiman dan Nur Hayati (52), kesebelas orang ini tercatat sebagai warga Dusun Gumuksari,Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. 

Kapolsek Kabat, AKP Supriyadi mengatakan, penjual jamu gendongnya berisinial AS (53) warga Dusun Krajan, Desa Bunder, Kecamatan Kabat tersebut sebelumnya sudah diamankan ke polsek kabat untuk dimintai keterangan.

Keterangan yang didapat dari AS, jamu kunci suruh yang biasa dijualnya terbuat dari bahan daun sirih, kunci, asem, dan garam asam. "Polisi kini sudah mengambil sampel jamu kunci suruh dari as dan sampel ini akan dikirimkan ke laboratorium forensik untuk mengetahui kandungannya," ujar Kapolsek.

Untuk proses selanjutnya, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik dan setelah dimintai keterangan, sang penjual jamu sudah diperbolehkan untuk pulang.

Hingga menunggu hasil dari laborat, polisi masih meberikan status wajib lapor kepada penjual. (yos)

Berita Terkait

Polisi Periksa Juru Masak dan Warga Yang Belanja Bahan Makanan

Polisi Masih Selidiki Penyebab Keracunan Massal

Korban Keracunan Massal Mendapat Perawatan di Sejumlah Puskesmas

Puluhan Warga Satu Dusun Keracunan Makanan
Berita Terpopuler
Penjual Sapi di Pasar Gondang Legi Masih Lesuh Jelang Idul Adha
Ekonomi Dan Bisnis  8 jam

Tahapan Pilkada Serentak, KPU Pacitan Gelar Rapid Test Massal
Kesehatan  9 jam

ASN Dispenduk Capil Kembali Dirapid Test
Malang Raya  6 jam

Tentukan 1 Zulhijjah, Kemenag Jadwalkan Pelaksanaan Ruqyatul Hilal
Politik  7 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber