Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Sebelas Emak-Emak Keracunan Jamu Gendong di Banyuwangi
Selasa, 22-10-2019 | 16:40 wib
Oleh : Iqbal Mustika, Handoko Khusumo
Banyuwangi pojokpitu.com, Sebelas orang warga sempat menjalani perawatan di rumah sakit, mereka diduga keracunan jamu gendong yang dikonsumsi sebelumnya. Kini polisi sedang melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Dalam kasus ini penjual jamu gendong juga sudah dimintai keterangan pihak kepolisian.

Sebelas emak-emak di Desa Bunder, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, saat terbaring lemas di rumah sakit, akibat mengkonsumsi jamu gendong yang dijual pedagang jamu keliling kampung.  

Kronologi keracuanan jamu yang menimpa emak emak tersebut, berawal dari penjual jamu keliling yang biasa menjajankan  jamunya  ke warga setempat. 
Sempat muncul kecurigaan dengan warna jamu tak sesuai dengan pada umumnya. Namun karena diyakinkan oleh pedagang jamu, ke sebelas emak emak pun akhirnya membeli dan meminumnya secara bergilir.

Bukannya kebugaran yang didapat, satu persatu emak-emak merasakan mual hingga muntah muntah. Hingga akhirnya kedua semuanya di larikan ke rumah sakit, guna mendapatkan pertolongan medis.

Dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dokter rumah sakit, semua positif akibat keracunan jamu. Hingga akhirnya dua pasien dipastikan untuk rawat inap, dan sembilan pasien lainnya mengikuti rawat jalan.

Korban keracunan jamu gendong itu adalah Nur Cahyani (45), Sindi Septi Dwiyani (16), Nur Aminah (47), Buhaenah (57), Mesati (20), Isti Roliyah (56), Isdiyah, Sadiyah, Sulianik, Katiman dan Nur Hayati (52), kesebelas orang ini tercatat sebagai warga Dusun Gumuksari,Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. 

Kapolsek Kabat, AKP Supriyadi mengatakan, penjual jamu gendongnya berisinial AS (53) warga Dusun Krajan, Desa Bunder, Kecamatan Kabat tersebut sebelumnya sudah diamankan ke polsek kabat untuk dimintai keterangan.

Keterangan yang didapat dari AS, jamu kunci suruh yang biasa dijualnya terbuat dari bahan daun sirih, kunci, asem, dan garam asam. "Polisi kini sudah mengambil sampel jamu kunci suruh dari as dan sampel ini akan dikirimkan ke laboratorium forensik untuk mengetahui kandungannya," ujar Kapolsek.

Untuk proses selanjutnya, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik dan setelah dimintai keterangan, sang penjual jamu sudah diperbolehkan untuk pulang.

Hingga menunggu hasil dari laborat, polisi masih meberikan status wajib lapor kepada penjual. (yos)

Berita Terkait


Empat Korban Keracunan Masih Dirawat, Polisi Kirim Sampel ke Laboratorium

Puluhan Warga Jombang Keracunan Masal Usai Makan Nasi Hajatan

Sebelas Emak-Emak Keracunan Jamu Gendong di Banyuwangi

Seluruh Korban Keracuan Makanan Hajatan Dipulangkan


Puluhan Warga Jombang Keracunan Masal Usai Makan Nasi Hajatan

Keracunan Minuman Kemasan, Dua Siswa Dilarikan ke Puskesmas

Sebelas Emak-Emak Keracunan Jamu Gendong di Banyuwangi

15 Siswa SD Keracunan Massal, Diduga Akibat Permen

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber