Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Kesehatan 

Kurangnya Dokter Sub-Spesialis, Menjadi Kendala Peningkatan Tipe Rumah Sakit
Selasa, 22-10-2019 | 06:15 wib
Oleh : Simon Bagus,Mochammad Herlambang
Trenggalek pojokpitu.com, Permenkes Nomor 30 Tahun 2019, tentang klasifikasi dan perizinan rumah sakit, membuah sejumlah pasien penderita hemodialisis atau cuci darah di RS Soedomo, menjadi gelisah.

Pasalnya, jika hal tersebut diterapkan di Kabupaten Trenggalek, para pasien harus berobat lebih jauh dan antri lebih lama karena Rumah Sakit Soedomo masih tipe C. Untuk mempertahankan pelayanan tersebut, RS Soedomo harus meningkatkan kelas ke tipe b dengan persyaratan yang ada.

Cuci darah merupakan tindakan yang berisiko tinggi, setiap tindakan harus dimulai dengan edukasi ke keluarga pasien. Petugas juga harus menjalankan proses seaman mungkin, layanan hemodialisis di Trenggalek hanya ada satu dan masih RS tipe C.

Humas RSUD dr Soedomo Sujiono mengatakan, RSUD dr Soedomo masih punya waktu satu tahun dalam rangka peningkatan tipe atau klasifikasi rumah sakit sesuai aturan Permenkes itu untuk menjadi tipe B, rumah sakit tersebut harus menambah jumlah dokter sub-spesialis.

"Secara prasarana sudah mencukupi, jumlah tempat tidur dan peralatan medis lain. Yang menjadi masalah adalah keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM). Dimana, salah satu yang penting dan kami belum punya adalah sub-spesialis gigi, seperti bedah mulut," Sujiono.

Mencari dokter dengan spesialisasi yang dimaksud cukup sulit. Kemungkinan  ditambah 2 hingga 3 dokter sub-spesialis sudah cukup untuk meningkatkan tipe rumah sakit ke B. (yos)

Berita Terkait


Kurangnya Dokter Sub-Spesialis, Menjadi Kendala Peningkatan Tipe Rumah Sakit


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber