Berita Terbaru :
Rapid Test Massal, 52 Warga Reaktif Langsung Dibawa ke Hotel
Gema Sholawat Iringi Kepulangan Pasien Covid-19 Sembuh
Dimasa Pandemi Covid 19 Jumlah Laka Turun Drastis
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
Polisi Pastikan Istri Meninggal Karena Dibunuh Suami
Saling Ejek, Dua Kakek Terlibat Duel, Satu Tewas Dibacok
Menuju New Normal , 12 Pasien Covid-19 Sembuh
DPRD Soroti Dana Covid Rp 192 M dan Gedung Karantina Rp 1 M yang Mangkrak Disorot DPRD
15 Warga Satu RW di Tulungagung Reaktif Rapid Tes
Haji 2020 Dibatalkan, Pedagang Oleh-Oleh Haji Rugi Hingga 75 Persen
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Sehari, Jumlah Terkonfirmasi 25 Orang, Total Mencapai 116 Orang Positif Corona, Sembuh 75 Orang
Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
4 Hari Dioperasikan, RS Darurat Pemprov Jatim Telah Melayani 31 Orang
DPRD : Jika Tak Kondusif, Sunday Market Harus Ditutup Kembali
   

Kurangnya Dokter Sub-Spesialis, Menjadi Kendala Peningkatan Tipe Rumah Sakit
Kesehatan  Selasa, 22-10-2019 | 06:15 wib
Reporter : Simon Bagus,Mochammad Herlambang
Trenggalek pojokpitu.com, Permenkes Nomor 30 Tahun 2019, tentang klasifikasi dan perizinan rumah sakit, membuah sejumlah pasien penderita hemodialisis atau cuci darah di RS Soedomo, menjadi gelisah.

Pasalnya, jika hal tersebut diterapkan di Kabupaten Trenggalek, para pasien harus berobat lebih jauh dan antri lebih lama karena Rumah Sakit Soedomo masih tipe C. Untuk mempertahankan pelayanan tersebut, RS Soedomo harus meningkatkan kelas ke tipe b dengan persyaratan yang ada.

Cuci darah merupakan tindakan yang berisiko tinggi, setiap tindakan harus dimulai dengan edukasi ke keluarga pasien. Petugas juga harus menjalankan proses seaman mungkin, layanan hemodialisis di Trenggalek hanya ada satu dan masih RS tipe C.

Humas RSUD dr Soedomo Sujiono mengatakan, RSUD dr Soedomo masih punya waktu satu tahun dalam rangka peningkatan tipe atau klasifikasi rumah sakit sesuai aturan Permenkes itu untuk menjadi tipe B, rumah sakit tersebut harus menambah jumlah dokter sub-spesialis.

"Secara prasarana sudah mencukupi, jumlah tempat tidur dan peralatan medis lain. Yang menjadi masalah adalah keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM). Dimana, salah satu yang penting dan kami belum punya adalah sub-spesialis gigi, seperti bedah mulut," Sujiono.

Mencari dokter dengan spesialisasi yang dimaksud cukup sulit. Kemungkinan  ditambah 2 hingga 3 dokter sub-spesialis sudah cukup untuk meningkatkan tipe rumah sakit ke B. (yos)

Berita Terkait

Kurangnya Dokter Sub-Spesialis, Menjadi Kendala Peningkatan Tipe Rumah Sakit
Berita Terpopuler
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Peristiwa  5 jam

Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  18 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  15 jam

Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber