Berita Terbaru :
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
Polisi Pastikan Istri Meninggal Karena Dibunuh Suami
Saling Ejek, Dua Kakek Terlibat Duel, Satu Tewas Dibacok
Menuju New Normal , 12 Pasien Covid-19 Sembuh
DPRD Soroti Dana Covid Rp 192 M dan Gedung Karantina Rp 1 M yang Mangkrak Disorot DPRD
15 Warga Satu RW di Tulungagung Reaktif Rapid Tes
Haji 2020 Dibatalkan, Pedagang Oleh-Oleh Haji Rugi Hingga 75 Persen
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Sehari, Jumlah Terkonfirmasi 25 Orang, Total Mencapai 116 Orang Positif Corona, Sembuh 75 Orang
Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
4 Hari Dioperasikan, RS Darurat Pemprov Jatim Telah Melayani 31 Orang
DPRD : Jika Tak Kondusif, Sunday Market Harus Ditutup Kembali
Tren Kesembuhan di Jatim Naik Cukup Signifikan
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Kisah Pilu Penjual Tempe, Distigma Negatif Akibat Data Rapid Tes Bocor
   

Rebutan Warisan Antar Saudara Berujung Mendekan di Penjara
Malang Raya  Selasa, 22-10-2019 | 02:07 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Permasalahan warisan bisa membuat persaudaraan menjadi musuh jika dirasa tidak adil atau tidak sama dalam pembagiannya. Seperti yang dialami warga Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang yang tega merusak jaring pengaman di teras rumah korban, dan juga mengacung-acungkan senjata tajam untuk mengancam korban.

Sujai (57), warga Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang harus diamankan Satreskrim Polsek Kromengan lantaran telah melakukan perusakan dan pengancaman menggunakan sajam.

Hal itu juga dipicu permusuhan yang sudah terpendam, yang akhirnya dilaporkan dan pelaku kini harus mendekam disel tahanan polsek kromengan.
Korban sendiri adalah saudaranya sendiri, Sujari. Permusuhan itu dipicu masalah tanah warisan yangmana pelaku tidak terima dengan pembagian yang didapat dan korban selalu membuat ulah dirumah pelaku saat dirinya tidak ada.

Menurut pengakuan pelaku, kambing miliknya disembelih korban dan dagingnya dibagikan kepada para tetangganya serta merusak makanan jika sedang ada acara selamatan.

Lantaran jengkel dengan ulah korban yang diduga pelaku kurang dalam mendapatkan bagian tanah warisan, maka dirinya merusak jaring pengaman teras rumah korban yang panjangnya 16 meter.

Bahkan, pelaku juga mengancam korban dengan sajam jenis golok dan pisau yang dipakai buat merusak jaring. Korban kemudian melaporkan kejadian ini pada Polsek Kromengan.

Menurut Aiptu Wawan Puguh HS, Kanit Reskrim Polsek Kromengan, penangkapan pelaku didasari laporan korban yang telah dirusak jaring pengaman teras dan juga melakukan pengancaman menggunakan sajam jenis golok.

Kini, pelaku harus mendekam disel tahanan Polsek Kromengan dengan dijerat pasal 406 juncto 336 ayat 1 dan Undang-Undang Darurat pasal 2 ayat 1 nomor 12 tahun 1951, tentang perusakan dan kepemilikan senjata tajam dengan ancaman diatas 5 tahun penjara. (yos)

Berita Terkait

Selama 10 Tahun Rebutan Warisan Lahan 12,9 Hektar Hingga Kini Belum Kelar

Rebutan Warisan Antar Saudara Berujung Mendekan di Penjara
Berita Terpopuler
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Peristiwa  4 jam

Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  17 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  14 jam

Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber