Berita Terbaru :
Libur Panjang, Kampung Tangguh Dirikan Sekolah Tangguh
Lima PSK Terjaring Razia , Dua di Antaranya Kakak Beradik
Hasil Supervisi Propam Mabes Polri, Polisi di Jatim Rawan Selingkuh
Diseruduk Bus Dari Belakang Truk Terguling
Ratusan Kepala Desa Dari Jatim Gruduk MK Kawal Sidang Judicial Review Dana Desa
SPBU Mini dan Dua Ruko Terbakar, Kakak Pemilik SPBU Tewas
Pasca Kepala Puskesmas Kedung Solo Meninggal Dunia Diduga Covid 19, Seluruh Pegawai Puskesmas Di Swab
112 Peserta UTBK di Unair dan ITS Reaktif
3 Pasien Positif Covid 19 Jalani Isolasi Lebih 2 Bulan
Pelaku Pembuangan Bayi Akhirnya Terungkap
Tahap 3, Bantuan Tunai Sosial Terus Berlanjut
Unras Gelar Aksi Tolak RUU HIP
Efektivitas Rendah, Rapid Tes Tak Perlu Berbayar
Kasus Covid-19 di Pacitan Meningkat Tajam, PLTU Jadi Ancaman Kluster Lokal
Akan Ada Revisi Perbup dan Perwali Untuk Percepat Penanganan Covid
   

Penghulu Tak Akui Pernikahan Siri Karena Tak Tercatat di KUA
Mataraman  Senin, 21-10-2019 | 16:10 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Kasus seoarang penghulu di Nganjuk yang menikahkan seorang wanita bersuami dari nikah siri, karena penghulu tak mengakui sahnya nikah siri tersebut karena tidak tercatat di KUA. Pernikahan dengan pria lain tetap dilakukan, tanpa memediasi dahulu antara suami istri nikah siri tersebut.

Menurut Mashuri, Kepala KUA Kecamatan Bagor Nganjuk, yang juga sebagai penghulu, mengaku tetap menikahkan Lilik Imayati warga Desa Bagor Kulon Kecamatan Bagor Nganjuk dengan Jazuli karena status pernikahan Lilik sebelumnya degan Jarwono adalah pernikahan siri, yang dianggap oleh Mashuri tidak sah karena belum tercatat di buku nikah KUA.

"Karena dianggap pernikahan siri tidak sah itulah, saya berani menikahkan Lilik dengan pria lain tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan norma positif agama yaitu pernihan secara agama tersebut," kata Mashuri.

Menurutnya, sesuai undang undang No 1 tahun 1974 tentang perkawinan, bahwa pasal satu, perkawinan dianggap sah bila dilakukan sesuai hukum agama dan hukum adat, dan pasal dua pernikahan itu harus di catatkan di kua atau negara.

Sementara Menurut Kepala Desa Bagor Purwanto, pihaknya membenarkan jika Lilik adalah warganya, dan meminta surat surat kelengkapan untuk menikah. Dan Lilik bisa menunjukkan bukti surat janda cerai yang asli dari suami sebelum Jarwono kepada kepala desa. 

Meski Kepala Desa mengakui mengetahui status pernikahannya Lilik dengan Jarwono secara siri, namun pihak kepala desa tidak melakukan mediasi terlebih dahulu dengan alasan bukan kewenangannya.

Sebelumnya,  Jarwono menggungat kepala KUA Bagor Nganjuk, karena telah menikahkan istrinya dengan pria lain, padahal lilik dengan Jarwono sudah nikah secara siri dan belum melakukan perceraian. (yos)

Berita Terkait

Penghulu Tak Akui Pernikahan Siri Karena Tak Tercatat di KUA

Awas! Siap-Siap Ya..Polisi Akan Jerat Tersangka Lain Kasus Nikahsirri.com

Korban Nikah Siri PNS, Wadul Sekda

Sunan Kalijaga Bingung Soal Kabar Regina-Krisna Sudah Nikah Siri
Berita Terpopuler
Dua Warga Blitar Tewas Usai Pesta Miras
Peristiwa  10 jam

Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Peristiwa  10 jam

Pelaku Pembuangan Bayi Akhirnya Terungkap
Peristiwa  2 jam

Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber