Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Citizen Journalism 

Potret Kawasan Kumuh di Ibukota
Sabtu, 19-10-2019 | 22:24 wib
Oleh : Alfatih, Nur Synny
Surabaya pojokpitu.com, Keberadaan pemukiman kumuh kerap menjadi masalah serius di sejumlah daerah, terutama wilayah perkotaan. Di Kota Surabaya terdapat pemukiman warga yang jauh dari kata layak.

Di balik megahnya Kota Surabaya, masih ditemukan pemukiman kumuh. Contohnya, Perumahan Di Kawasan Rt 3 Rw 4 Kelurahan Tambak Rejo Kecamatan Simokerto Kota Surabaya. Di wilayah tersebut, masyarakat masih hidup jauh dari kata layak. Terlihat dari rumah yang mereka tinggali sangat berdempetan, hampir tak ada jarak antara rumah satu dengan yang lainnya.

Akses jalan pun hanya seluas 2 meter sehingga hanya cukup untuk kendaraan beroda dua. Sementara, lingkungan tersebut termasuk dalam kategori padat penduduk, dengan jumlah penduduk sekitar 125 kepala keluarga (KK).

Keterbatasan ekonomi membuat masyrakat mau tidak mau harus terima kondisi tempat tinggal saat ini, walaupun harus hidup berdekatan dengan pemakaman umum. Untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari, rata-rata warga setempat bekerja sebagai tukang becak, pemulung, pengamen topeng monyet, kuli bangunan, pemecah batu hingga gepeng.
 
Menurut Ketua RT yang lebih suka disebut sebagai koordinator pemulung itu, Usin, mengharapkan akan adanya perhatian dari pihak pemerintah terkait alokasi tempat tinggal warga. Ia berharap agar pemerintah dapat menyediakan rusun atau rumah susun untuk masyarakat yang tingal di daerah tersebut.

Selain itu, tak jauh dari lokasi tersebut juga terdapat sungai tercemar, tepatnya di Sungai Kalitebu RT 1 RW 13 Desa Sidoyoso Wedan, Kelurahan Simokerto Kecamatan Simokerto Kota Surabaya.

Sungai yang mengalir sepanjang pemukiman warga tersebut, begitu kotor dan tercemar. Ditemukan banyak sampah hasil limbah masyarakat.
 
Menurut pernyataan Ketua RT, Imam Pamuji, sampah yang mencemari sungai tersebut merupakan sampah bawaan dari desa-desa sebelumnya.

"Tidak adanya perhatian khusus dari pihak pemerintah terkait masalah pencemaran limbah tersebut. Pihaknya juga telah berulang kali melakukan pengaduan terkait masalah pencemaran sungai, namun tak mendapat respon dari pemerintah, dengan alasan wilayah tersebut termasuk dalam tanah irigasi." kata Imam Pamuji.
 
Selama ini, sampah yang ada di sungai hanya dibersihkan oleh pihak irigasi setiap harinya, namun tetap tidak memberi solusi terkait pencemaran sungai. Selain itu, untuk mengatasi banyaknya tumpukan sampah, masyarakat sekitar mengadakan bank sampah sebagai penanggulangan sederhana terhadap pencemaran lingkungan, serta melakukan penghijauan.

Imam berharap, agar ke depannya pemerintah lebih memperhatikan lagi terkait kondisi sungai tersebut. Ia juga berharap akan adanya perbaikan plengsengan atau tembok di lereng sungai, agar tidak menyebabkan banjir jika musim penghujan tiba.(end)

Berita Terkait


Potret Kawasan Kumuh di Ibukota

Kementrian PU Glontorkan Rp 21 Milyar Untuk Penanganan Kawasan Kumuh

Kawasan Kumuh di Surabaya Capai 150 Hektar Akan Dibenahi

Pemkot Lakukan Penataan Kawasan Kumuh


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber