Berita Terbaru :
Peduli Terhadap Warga yang Terdampak Pandemi Dengan Sediakan Lapak Gratis
Perketat Arus Balik Polda Jatim Sekat Perbatasan
Rumah Sakit Darurat Siap Difungsikan
Jalur Poros dan SPBU di Pantura Terpantau Sepi
Cluster Pabrik Rokok, 1 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19
Jokowi Minta Tambahkan Personil TNI Polri Untuk Turunkan Kurva Covid 19 di Jatim
Disinyalir Penyandang Dana Buat Balon, Seorang ASN Diperiksa Polisi
Polsek Sukorejo Amankan Balon Udara Siap Diterbangkan
Petugas Check Point Amankan Pengendara Motor Nekat Masuk Jalan Tol
Tim Satgas Pangan Sidak Harga Daging Ayam Capai Rp 40 Ribu
Duka Mendalam Salah Satu Korban Mobil Terbakar di Pasuruan, Karena Besok Ultah
Dua Petugas Medis Terkonfirmasi Positif Covid-19
Walikota Malang Pastikan PSBB Tak Diperpanjang
Sidang DPR
PSBB Jilid III, Desa Waru Menjadi Pusat Percontohan Menekan Angka Penyebaan Virus Covid-19
   

Potret Kawasan Kumuh di Ibukota
Citizen Journalism  Sabtu, 19-10-2019 | 22:24 wib
Reporter : Alfatih, Nur Synny
Surabaya pojokpitu.com, Keberadaan pemukiman kumuh kerap menjadi masalah serius di sejumlah daerah, terutama wilayah perkotaan. Di Kota Surabaya terdapat pemukiman warga yang jauh dari kata layak.

Di balik megahnya Kota Surabaya, masih ditemukan pemukiman kumuh. Contohnya, Perumahan Di Kawasan Rt 3 Rw 4 Kelurahan Tambak Rejo Kecamatan Simokerto Kota Surabaya. Di wilayah tersebut, masyarakat masih hidup jauh dari kata layak. Terlihat dari rumah yang mereka tinggali sangat berdempetan, hampir tak ada jarak antara rumah satu dengan yang lainnya.

Akses jalan pun hanya seluas 2 meter sehingga hanya cukup untuk kendaraan beroda dua. Sementara, lingkungan tersebut termasuk dalam kategori padat penduduk, dengan jumlah penduduk sekitar 125 kepala keluarga (KK).

Keterbatasan ekonomi membuat masyrakat mau tidak mau harus terima kondisi tempat tinggal saat ini, walaupun harus hidup berdekatan dengan pemakaman umum. Untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari, rata-rata warga setempat bekerja sebagai tukang becak, pemulung, pengamen topeng monyet, kuli bangunan, pemecah batu hingga gepeng.
 
Menurut Ketua RT yang lebih suka disebut sebagai koordinator pemulung itu, Usin, mengharapkan akan adanya perhatian dari pihak pemerintah terkait alokasi tempat tinggal warga. Ia berharap agar pemerintah dapat menyediakan rusun atau rumah susun untuk masyarakat yang tingal di daerah tersebut.

Selain itu, tak jauh dari lokasi tersebut juga terdapat sungai tercemar, tepatnya di Sungai Kalitebu RT 1 RW 13 Desa Sidoyoso Wedan, Kelurahan Simokerto Kecamatan Simokerto Kota Surabaya.

Sungai yang mengalir sepanjang pemukiman warga tersebut, begitu kotor dan tercemar. Ditemukan banyak sampah hasil limbah masyarakat.
 
Menurut pernyataan Ketua RT, Imam Pamuji, sampah yang mencemari sungai tersebut merupakan sampah bawaan dari desa-desa sebelumnya.

"Tidak adanya perhatian khusus dari pihak pemerintah terkait masalah pencemaran limbah tersebut. Pihaknya juga telah berulang kali melakukan pengaduan terkait masalah pencemaran sungai, namun tak mendapat respon dari pemerintah, dengan alasan wilayah tersebut termasuk dalam tanah irigasi." kata Imam Pamuji.
 
Selama ini, sampah yang ada di sungai hanya dibersihkan oleh pihak irigasi setiap harinya, namun tetap tidak memberi solusi terkait pencemaran sungai. Selain itu, untuk mengatasi banyaknya tumpukan sampah, masyarakat sekitar mengadakan bank sampah sebagai penanggulangan sederhana terhadap pencemaran lingkungan, serta melakukan penghijauan.

Imam berharap, agar ke depannya pemerintah lebih memperhatikan lagi terkait kondisi sungai tersebut. Ia juga berharap akan adanya perbaikan plengsengan atau tembok di lereng sungai, agar tidak menyebabkan banjir jika musim penghujan tiba.(end)

Berita Terkait

Pemkab Trenggalek dan Temasek Foundation International Tangani Kawasan Kumuh

Potret Kawasan Kumuh di Ibukota

Kementrian PU Glontorkan Rp 21 Milyar Untuk Penanganan Kawasan Kumuh

Kawasan Kumuh di Surabaya Capai 150 Hektar Akan Dibenahi
Berita Terpopuler
Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Pendidikan  14 jam

Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
Covid-19  15 jam

Cluster Pabrik Rokok, 1 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19
Covid-19  2 jam

Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber