Berita Terbaru :
Sebanyak 44 Desa di 9 Kecamatan Ngawi Rawan Kesulitan Air Bersih
Sopir Truk Ditemukan Tewas di Atas Tangki
Sosialisasi Jatim Bermasker Melalui Ratusan Sound System Keliling
Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
PDIP Tunjuk Calon Kepala dan Wakil Kepala Daerah di Jawa Timur
Polisi Lakukan Penyelidikan Penyebab Ledakan PT Enero
Karena Pegawai Positif, Penutupan Dukcapil Diperpanjang
Pengangkat Jenazah Pahlawan Revolusi Terbaring Sakit
Dapat Rekom Partai Hanura, Teno Akan Lakukan Konsolidasi Antar Partai Pengusung
Chamber Of Conference, Hindari Tatap Muka Pegawai Peradilan di Tengah Pandemi Covid 19
Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
33 Tahun Arema, Aremania Rindu Dualisme Berakhir
Pesawat Tempur Tergelincir di Lanud Iswahjudi
Warga Trauma Diserang Kembali, TNI Polri Dibantu Brimob Siaga
Bandar Narkoba Lapas Porong Ditembak Mati
   

Tersangka Jasmas, Ratih Tidak Aktif di Dewan, Pimpinan DPRD Akan Surati Partai
Metropolis  Jum'at, 18-10-2019 | 18:53 wib
Reporter : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com, Sejak ditahan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas), Ratih Retnowati sampai hari ini tidak bisa menjalankan tugas dan fungsi legislatifnya sebagai anggota Fraksi Demokrat Nasdem DPRD Surabaya alias non aktif. Menyikapi fakta itu pimpinan DPRD akan mengirimkan surat hasil evaluasi kinerja ke partai politik.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, AH Tony, menyampaikan persoalan hukum politikus Partai Demokrat menjadi preseden buruk DPRD dimata masyarakat bila didiamkan terlalu lama. 

"Tidak menutup mata jika ada masyarakat yang menilai kinerja anggota dewan tidak bisa maksimal karena anggotanya berkurang satu dari 50 menjadi 49 orang. Untuk itu kami melakukan evaluasidan akan mengirimkan surat hasil evaluasi ke partai politik yang berangkutan," kata AH Tony.

Wakil Ketua DPRD Surabaya tersebut memahami bahwa diskresi atas posisi Ratih di dewan adalah wewenang partai. Namun, pihaknya berharap Partai Demokrat bersikap bijak.

Ia menilai persoalan ini tidak hanya menjadi penilaian buruk bagi kinerja dewan, tapi kekosongan itu juga berdampak pada kinerja dewan yang harusnya bisa optimal, namun karena terjadi kekosongan akhirnya menghambat.


AH Tony meminta agar Alat Kelengkapan Dewan (AKD) melakukan pencatatan riil dan konkret akan aktifitas Ratih selama di sidang maupun rapat komisi. 

"Catatan itu nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi Badan Kehormatan untuk diberikan ke pimpinan dewan," imbuhnya. 

Selanjutnya pimpinan dewan nantinya yang akan menyurati partai yang bersangkutan terkait kinerja Ratih.

AH Tony juga berharap ada solusi dari Partai Demokrat yang menyenangkan semua pihak, tidak merugikan dewan, partai maupunRatih.



Berita Terkait

Mengejutkan, Ratih Bebas, Syaiful dan Dini Divonis 18 Bulan

3 Anggota DPRD Kota Surabaya Dituntut 3 Tahun Penjara dan Denda Rp 100 Juta

Dituntut 3 Tahun Penjara, Binti Rochma Mengaku Kecewa

Korupsi Jasmas, Sugito Mantan Anggota DPRD Surabaya Divonis 1,8 Tahun Penjara
Berita Terpopuler
Chamber Of Conference, Hindari Tatap Muka Pegawai Peradilan di Tengah Pandemi Co...selanjutnya
Hukum  3 jam

Pesawat Tempur Tergelincir di Lanud Iswahjudi
Peristiwa  4 jam

Historis SBY, Demokrat Prioritaskan Kemenangan di Pacitan
Pilkada  14 jam

PDI Perjuangan Lawan Incumbent Ipong Muchlissoni
Pilkada  11 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber