Berita Terbaru :
Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Pandemi Covid 19 Ternyata Berdampak Pada Penjual Janur dan Ketupat
Polsek Sukolilo Pantau Pengamanan Perumahan Terapkan Protap Covid 19
Usaha Jasa Sablon Kaos Kebanjiran Order di Tengah Pandemi Covid 19
Rayakan Lebaran di Rusunawa, Walikota Bawakan Opor Ayam dan Lontong Ketupat Untuk Pasien Karantina
Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
   

Oknum Perangkat Desa di Tuban Diduga Menjual Tanah Kas Desa
Pantura  Jum'at, 18-10-2019 | 13:44 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Seorang oknum perangkat desa di Kabupaten Tuban, diduga melakukan jual beli tanah kas desa tanpa sepengetahuan warga. Penjualan tanah waduk bertatus tanah negara tersebut membuat warga geram, hingga meluruk kantor desa.

Tanah waduk di Desa Karangasem, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, yang berstatus tanah negara, diduga diperjual belikan oleh oknum perangkat desa setempat. Akibatnya, warga menuntut pemerintah desa untuk menyelesaikan kasus jual beli tanah waduk tersebut.

Oleh Badan Usaha Milik Desa setempat, diatas tanah tersebut rencananya akan di bangun warung untuk wisata waduk kiter.  Namun saat akan dilakukan pengurukan, seorang pembeli yang mengaku pemilik tanah datang dengan membawa bukti bahwa tanah tersebut sah miliknya. Rumisih didamping keluarganya datang untuk mencabut papan pengumuman, serta menghentikan pekerjaan pengurukan. 

Keteganggan pun terjadi saat keluarga Rumisih akan mencabut papan pengumuman itu. Warga dan keluraga pemilik tanah terlibat aksi dorong dan nyaris baku hantam. Beruntung, salah seorang warga meredam dan membujuk mereka agar menyelesaikan persoalan ini di balai desa.

Mereka kemudian bersama-sama menggrudug balai desa untuk mengetahui kejelasan tanah ini. Sayangnya, di kantor desa, warga tidak dapat bertemu dengan kepala desa maupun perangkat yang lain. 

Mereka hanya ditemui Ketua BPD desa, pertemuan itu pun kembali memanas akibat Ketua BPD desa salah melerai warga, hingga akhir pertemuan tidak ada titik temu.

Sementara itu, menurut pembeli tanah, Rumisih, dirinya tidak mengetahui jika tanah seluas 2500 meter persegi itu, yang dibeli dari idris selaku sekretaris desa waktu merupakan tanah desa. "Saya  mengklaim secara sah memiliki hak atas tanah tersebut, lantaran sudah melakukan pembayaran," kata Rumisih.

Hingga kini, belum ada konfirmasi dari pihak desa maupun oknum perangkat desa yang menjual tanah tersebut. (yos)

Berita Terkait

Oknum Perangkat Desa di Tuban Diduga Menjual Tanah Kas Desa
Berita Terpopuler
Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
Covid-19  8 jam

Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Pendidikan  7 jam

Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber