Berita Terbaru :
Kadinkes Kabupaten Malang Sebut Adanya Penurunan Kasus Selama PSBB
Pasca Lebaran, Harga Daging Sapi dan Ayam Relatif Stabil
Menuju New Normal, Polwan Blitar Sisir Tempat Keramaian
Produsen Rokok Terdampak Pandemi Covid-19, Produksi Turun 40 Persen
Penerapan New Normal Bidang Industri di Jatim
PPDB Online, Baru 4 SMPN Penuhi Pagu Pendaftar Siswa
Tahun Ajaran Baru Mulai 13 Juli 2020
Sebanyak 200 Orang Warga Rungkut Ikut Tes Swab Dengan Mobile PCR BNPB
98 Persen Perawat Klaster TKHI di Asrama Haji Sembuh
Pemkab Fungsikan Kampus Stikes Jadi Ruang Isolasi
Dokter di Surabaya Meninggal Dunia Berstatus PDP
Kebutuhan Padi di Jatim Masih Surplus, Hanya Kedelai yang Kekurangan
Sejak Pandemi Covid 19, Angka Ibu Hamil di Jatim Meningkat Tajam
Suami Pasien Nomor 4 Terkonfirmasi Positif Covid 19
Hantam Truck, Pelajar SMP Terseret Hingga Tewas
   

Tak Kebagian Air Sarangan, Tanaman Sayuran Mati
Mataraman  Jum'at, 18-10-2019 | 02:10 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Meskipun pintu air Telaga Sarangan Magetan sudah dibuka, akan tetapi tidak semua petani bisa menikmatinya. Para petani di Desa Buluharjo, masih belum mendapatkan air sehingga tanaman mereka layu dan mati atau gagal panen.

Seperti yang dialami salah satu petani sayur desa setempat, Supanji. Ia mengaku, sudah satu bulan lebih tanaman kubis miliknya tidak bisa diairi. Meskipun pintu air telaga sarangan sudah dibuka, akan tetapi aliran air itu tidak sampai ke sawah miliknya.

Akibatnya tanaman kubis yang hampir panen ini layu, bahkan sebagian sudah mengering. Baru tahun ini pengalaman pahit ini ia alami. Karena tahun-tahun sebelumnya air dari sarangan masih mencukupi.

"Saya hanya bisa pasrah karena tidak ada cara lagi mendapatkan air. Belum lagi hama ulat yang menyerang," kata Supanji.

Sebelumnya Selasa siang kemarin, pintu air telaga sarangan dibuka setelah mendapat protes dari petani di kecamatan plaosan magetan.

Namun BBWS Bengawan Solo, hanya membuka pintu air selama tujuh hari. Itupun hanya 300 liter perdetik, untuk malam hari dan 200 liter pedetik untuk malam hari. (yos)

Berita Terkait

Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan

Kemarau Berkelanjutan, Sumber PDAM di Pacitan Mengering

Warga Kabupaten Jember Kesulitan Air Bersih

Petani Memecah Batu di Sawah yang Masih Kering
Berita Terpopuler
Alhamdulillah, 7 Pasien Dinyatakan Sembuh Dari Covid-19
Kesehatan  9 jam

Hantam Truck, Pelajar SMP Terseret Hingga Tewas
Peristiwa  6 jam

Dump Truk Muatan Batu Coral Terbakar di Jalur Ngawi-Cepu
Peristiwa  9 jam

Sebanyak 308 Pedagang Jalani Rapid Test, 2 Diantaranya Reaktif Covid-19
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber