Berita Terbaru :
2 Pasien Covid 19 Sembuh, Pulang Diantar Tim Gugus Tugas
Begini Kondisi Terakir Nenek Umur 105 Tahun Sembuh Covid-19
Total 510 Jamaah Calon Haji Asal Magetan Batal Berangkat ke Tanah Suci
Produsen Face Shield Meraup Berkah Ditengah Wabah Covid-19
Diduga Pemkot Kecolongan, Wawalikota Surabaya Berstatus ODP
Jelang New Normal Pengusaha Restaurant Terapkan Strategi Baru
PMI Gresik Krisis Stok Darah Masa Pandemi
Dindik Jatim Tetapkan Tahun Ajaran Baru Dengan Sistem Shift
Di Tengah Pandemi Covid-19, Warga Dihebohkan Pria Tergeletak di Parit
1814 Calon Jamaah Haji Jember Gagal Berangkat Tahun Ini
Jelang New Normal, Sunday Market Segera Dibuka
Puting Beliung Robohkan Pohon dan Timpa Rumah Hingga Rusak Parah
Dua Keluarga di Kota Mojokerto Terkonfirmasi Positif Covid 19
Terdakwa Mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Bantah Semua Dakwaan Jaksa KPK
Polres Serahkan Bekas Kasus Pembunuhan Mertua Sekda ke Kejaksaan
   

Emosi Memuncak Latar Belakangi Suami Bakar Istri
Metropolis  Kamis, 17-10-2019 | 19:09 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Berita Video : Emosi Memuncak Latar Belakangi Suami Bakar Istri
Surabaya pojokpitu.com, Kasus KDRT pembakaran istri oleh suami yang baru menikah 1,5 bulan, ditanggapi psikolog klinis Universitas Airlangga. Menurutnya, tidak ada dugaan gangguan kejiwaan yang dialami oleh sang suami, atau murni hal itu karena emosi sesaat yang sudah memuncak.

Hal itu dikatakan Endang Surjaningrum, psikolog klinis Unair. Menurutnya, tanda-tanda gangguan kejiwaan diduga tidak ditemukan pada pelaku. Sebab, pelaku masih memiliki kendali emosi untuk mengembalikan motor yang sempat dilarikan kepada penjaga kos.

Berbeda dengan perilakunya pada sang istri, Putri Nalurita, identik pada emosi yang memuncak dilatarbelakangi oleh persoalan yang tak kunjung mendapatkan jalan keluar. Akibatnya, pembakaran istri dilakukan untuk mencederai istri, yang diduga akan meninggalkannya.

Endang juga mencurigai waktu perkenalan keduanya, yang mungkin relatif singkat, kurang dari enam bulan. Sehingga keduanya kurang mengenal satu sama lain, mengakibatkan keterbatasan komunikasi.

Dari data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, angka KDRT terus meningkat. Penyebabnya beragam, mulai dari cemburu, perselingkuhan, hingga faktor ekonomi. Setidaknya, ada 18 persen kekerasan fisik pada istri, 24 persen kekerasan seksual, dan 20 persen kekerasan verbal.(end/vd:yan)

Berita Terkait

Korban Putri Dibakar Usai Minta Cerai

Kondisi Korban Istri Dibakar Suami Siap Diperiksa Polisi

Polisi Tidak Bisa Memeriksa Korban, Karena Kondisinya Belum Stabil

Kondisi Istri Korban Pembakaran Suami Mulai Membaik
Berita Terpopuler
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
Metropolis  9 jam

Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Peristiwa  9 jam

Habib Ini Borong Antibiotik Untuk Dibagikan Gratis
Sosok  7 jam

Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Metropolis  11 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber