Berita Terbaru :
Nyinyirin Polisi di Sosmed, Pedagang Sayur Diperiksa
KPAI Buka Posko Pengaduan PPDB 2020, Ini Nomor Kontaknya
Penjelasan Deddy Corbuzier Soal Video Wawancara dengan Siti Fadilah
Penerimaan Siswa Baru Akan Digelar Secara Online
Dampak Covid-19 Investasi Kabupaten Madiun Belum Capai Target Triwulan I
   

Diduga Korupsi Rp 3 Milyar, Kejari Tahan Kades dan Mantan Ketua BPD di Pasuruan
Hukum  Kamis, 17-10-2019 | 19:00 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Setelah melakukan serangkaian penyidik, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan akhirnya menahan dua orang tersangka dugaan korupsi pada penambangan liar di Tanah Kas Desa (TKD) Bulusari Kecamatan Gempol, mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp 3 miliar. Kedua tersangka iniditahan setelah mangkir dari tiga kali panggilan pemeriksaan.

Kedua tersangka ini degelandang oleh petugas Kejaksaan Negeri Bangil ke dalam mobil untuk dilakukan penahanan. Keduanya adalah Kades Bulusari, Yudono dan Bambang Nuryanto, mantan Ketua BPD Desa Bulusari Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan.

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra, mengatakan, penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik mendatangkan ahli geodesi dan Badan Pertanahan Negara (BPN) untuk menghitung kerugian negara akibat pengerukan galian tambang pasir batu atau sirtu pada kurun waktu 2013-2017. 

"Selain itu, mereka merupakan orang yang bertanggung jawab atas  penambangan liar TKD seluas 4,6 hektar tersebut. Namun dari hasil penambanagan itu tidak masuk dalam kas desa," ujar Denny Saputra.

Sementara itu, penasehat hukum dari Yudono, Khosim, mengaku kecewa atas penahanan tersebut. "Pasalnya, tindakan tersebut sarat muatan politis, karena klien saya tengah mencalonkan kepala desa," ucap Denny.

Selain politis, obyek TKD tersebut sedang dalam tahap sengketa kepemilikan. Selain itu, ada pihak lain yang mengklaim memiliki tanah tersebut dan sedang dalam persidangan perdata di Pengadilan Negeri Bangil. 

Kasus ini sempat mendapat perhatian dari Sekretariat Negara atau Setneg RI. Bahkan pada 15 November 2017 lalu, Setneg RI menerjunkan tim ke lokasi untuk memantau secara langsung laporan masyarakat tersebut.

Akibat perbuatan kedua tersangka ini mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 3 miliar. (yos)



Berita Terkait

Diduga Korupsi Rp 3 Milyar, Kejari Tahan Kades dan Mantan Ketua BPD di Pasuruan

Diduga Korupsi Rp 3,8 Milyar, Mantan Ketua PSSI Pasuruan Diringkus Polda Jatim

Kadis PU Kota Pasuruan Divonis 5 Tahun Penjara

Walikota Pasuruan Non Aktif Dituntut 6 Tahun Penjara
Berita Terpopuler
Dampak Covid-19 Investasi Kabupaten Madiun Belum Capai Target Triwulan I
Politik  5 jam

Penerimaan Siswa Baru Akan Digelar Secara Online
Pendidikan  4 jam

Penjelasan Deddy Corbuzier Soal Video Wawancara dengan Siti Fadilah
Infotainment  3 jam

Nyinyirin Polisi di Sosmed, Pedagang Sayur Diperiksa
Peristiwa  46 menit



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber