Berita Terbaru :
Miliki Bondet, Seorang Pria Lumajang Ditangkap Polisi
Mimos, Robot Tanaman Canggih Ala Jepang Karya Siswa SMK
Di Tengah Pendemi Covid 19, Warga Turi Bersyukur Terima Sertifikat Gratis
Terlanjur Beli Oleh Oleh, CJH Ini Mengaku Kecewa
Bejat, Begini Wajah Napi Asimilasi Yang Cabuli Anak Calon Istri
   

Dampak Kemarau, Ratusan Hektar Tanaman Sayuran Mati
Mataraman  Rabu, 16-10-2019 | 05:05 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Dampak Kemarau, ratusan hektar lahan sayuran di Kecamatan Plaosan Magetan, mengering dan terancam gagal panen. Petanipun mengalami kerugian puluhan juta rupiah perhektarnya.

Tidak hanya Kecamatan Parang saja yang terdampak kekeringan. Sejumlah petani sayur di Kecamatan Plaosan Magetan, juga mengalami hal yang sama. Meskipun Kecamatan Plaosan dikenal sebagai daerah kaya air.

Seperti yang dirasakan petani di Desa Bulugunung,Plaosan Magetan. tanaman sayuran, seperti bawang, seledri, tomat, sawi dan jagung, yang berusia dua bulan mati kekeringan, karena kekurangan air disaat musim kemarau ini.

Salah satu petani desa setempat, Subagyo, petani bawang daun, di kecamatan plaosan, sebanyak 500 hektar yang terdampak. "Sekitar 200 hektar tanaman sayur, sudah layu dan mengering hingga petani gagal panen," kata Subagto.

Selain musim kemarau, petani juga tidak lagi menerima suplay air dari telaga sarangan. Sehingga banyak tanaman yang mati.

Petani dari 8 desa di Kecamatan Plaosan, sempat melakukan protes ke Kecamatan Plaosan, meminta pintu air telaga sarangan dibuka.

Selasa siang pintu air telaga sarangan dibuka, dan petani bisa kembali menikmati air telaga untuk pengairan lahan pertanian mereka. (yos)

Berita Terkait

Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan

Kemarau Berkelanjutan, Sumber PDAM di Pacitan Mengering

Warga Kabupaten Jember Kesulitan Air Bersih

Petani Memecah Batu di Sawah yang Masih Kering
Berita Terpopuler
Bejat, Begini Wajah Napi Asimilasi Yang Cabuli Anak Calon Istri
Peristiwa  4 jam

Terlanjur Beli Oleh Oleh, CJH Ini Mengaku Kecewa
Peristiwa  3 jam

Mimos, Robot Tanaman Canggih Ala Jepang Karya Siswa SMK
Teknologi  1 jam

Di Tengah Pendemi Covid 19, Warga Turi Bersyukur Terima Sertifikat Gratis
Peristiwa  2 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber