Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Polisi Periksa Pelapor Pemalsuan Dokumen IUJKN
Selasa, 15-10-2019 | 15:00 wib
Oleh : Heru Kuswanto
Ponorogo pojokpitu.com, Kasus dugaan pemalsuan dokumen Ijin Usaha Jasa Kontruksi Nasional yang dilakukan oleh oknum kontraktor, CV. Cakra Nusantara terus berlanjut. Bahkan, Ari Her Sofiawanudin, pelapor Senin (15/10) siang di mintai keterangan di ruang Sat Reskrim Polres Ponorogo.

Dalam pemeriksaan ini, penyidik menghujani lebih dari 10 pertanyaaan, yakni seputar pemalsuan dokumen yang digunakan oleh pemilik CV. Cakra Nusantara untuk mengurus persyaratan lelang proyek di kabupaten ponorogo.

Mulai dari tanggal, bulan, tahun serta tanda tangan oleh Plt Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Tak hanya itu, pelapor juga menyatakan, dugaan pemalsuan yang di lakukan oknum kontoktor, berinisial SP yang beralamat di Desa Balong, Kecamatan Balong ini, diduga telah melakukan pengerjaaan proyek di tahun 2018 dengan mengunakan dokumen palsu.

AKP Maryoko, Kasat Reskrim Polres Ponorogo, mengatakan, saat ini kasus dugaan pemalsuan dokumen yang di tangani petugas masih proses penyelidikan dan pengumpulan barang bukti.

"Selain itu dalam waktu dekat petugas juga akan memanggil pihak terlapor untuk dimemintai keterangan," ujar AKP Maryoko. (yos)

Berita Terkait


Dituntut 2 Tahun, Kontraktor Pemalsu Tanda Tangan Menangis

Polisi Periksa Pelapor Pemalsuan Dokumen IUJKN

Demi Proyek, Oknum Kontraktor Ponorogo Palsukan Dokumen

Kades Dilaporkan Diduga Karena Palsukan Dokumen Negara


Polisi Selidiki Dugaan Pemalsuan Dokumen Calon Jemaah Haji

KBIH yang Diduga Lakukan Pemalsuan Dokumen CJH Terancam Sanksi

Korban Pemalsuan Dokumen Tanah, Ngadu ke Polda Jatim

Sindikat Pemalsuan Dokumen Kendaraan Antar Kota Ditangkap

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber