Berita Terbaru :
Ruang HCU Didesain Tanpa Toilet
Rumah Sakit Rujukan Minta Klaim BPJS Kesehatan Dipercepat
Polisi Gerebek Pengedar Temukan Sabu Dalam Kitab Suci
Sekda Surabaya Benarkan Adanya Surat Edaran Galang Dana
Sebanyak 146 Perawat Jatim Terpapar Covid 19
Duh!! Petugas Pembuat Pin Salah Input Data PPDB
Diduga Peras Kades, Ketua LSM Terjaring Operasi Tangkap Tangan Tim Saber Pungli
Gubernur Bagikan Partisi dan Masker Kepada Ojek Online
Gali Irigasi Sawah, Warga Pasuruan Temukan Tumpukan Batu Bata Kuno
Demi Kemanusian, Pasien Eks Covid 19 Donor Plasma di PMI
Cak Nur,Wakil Bupati Sidoarjo Calonkan Bupati Dari PKB
Pandemi Covid 19 Kejahatan Cyber Naik 100 Persen
Puluhan Warga Demo Kanwil Ditjen Bea Cukai Jatim di Juanda
Kejari Musnahkan Barang Bukti 116 Dua Bulan Perkara
Tidak Memakai Masker, Sejumlah Pengendara Jalan Diminta Putar Balik
   

Balita Miskin Terserang Penyakit Hidrosefalus
Kesehatan  Selasa, 15-10-2019 | 14:56 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Berita Video : Balita Miskin Terserang Penyakit Hidrosefalus
Nganjuk pojokpitu.com, Seorang balita di Nganjuk lahir dalam kondisi kurang beruntung, balita yang kini berumur 10 bulan ini mengidap sakit hidrosefalus. Meski sudah diobatkan ke rumah sakit, namun kepala bayi malah kian membesar.

Kondisi ekonomi orangtua yang pas-pasan, tak mampu mengobatkan secara maksimal sang buah hatinya. Ia berharap ada uluran dermawan yang sudi membantu.

Muhamad Dwi Arjuna yang baru berumur 10 bulan ini lahir dalam kondisi yang kurang beruntung, sejak 9 bulan dalam kandungan, anak pasangan Katimin dan Malikah, warga Desa Tirtobinangun Kecamatan Patinrowo ini sudah divonis oleh dokter memiliki kelainan di bagian kepalanya.

Saat lahir hidrosefalus itu tak nampak, namun pasca dioperasi di Rumah Sakit Umum Dokter Sutomo Surabaya dengan biaya kartu KIS. Kepala Arjuna malah kian lama kian membesar, hingga dua kali dioperasi kepala bayi belum juga ada tanda mengecil.

Beruntung seluruh baiaya pengobatan ditanggung oleh pemerintah dengan program KIS, namun ia mengeluh dengan biaya transportasi dan biaya hidup selama di Rumah Sakit Surabaya yang butuh biaya besar. Sementara pekerjaan Kasimin sebagai penjual roti keliling, tak mempu mencukupi kebutuhan hidup apalagi pengobatan sang buah hati.

Sementara, Bambang Gatot, salah satu komunitas sosial,  menjenguk Arjuna dan memberikan motivasi, serta mendorong pemerintah agar bisa memerikan perhatin lebih kepada warga yang kurang mampu. 

"Tak hanya dengan kartu KIS saja, melainkan bentuan finansial lain guna memperlancar proses pengobatan Arjuna hingga sembuh," ujar Bambang Gatot.

Ia dan keluarga arjuna berhadap ada sentuhan bantuan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupaun para dermawan guna kesembuhan arjuna. (yos/vd:yan)

Berita Terkait

Balita Hidrosefalus Dievakuasi Ke RSUD Nganjuk

Balita Hidrosefalus Dapat Bantuan Kesehatan

Balita Miskin Hydrosifalus Butuh Bantuan

Menjaga Kebersihan Bisa Cegah Bayi Lahir Hidrosefalus
Berita Terpopuler
Menanti Sanitasi Yang Layak, Begini Keluh Kesah Pasien Covid 19 Terisolasi di RS...selanjutnya
Opini  3 jam

Warga Temukan Ratusan Amunisi Aktif
Peristiwa  2 jam

Tergelincir Lempengan Jalan, Pengendara Motor Terlindas Truck Trailer
Metropolis  18 jam

Stok Menipis, Harga Ayam Potong Terus Melambung
Ekonomi Dan Bisnis  17 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Orangtua Protes PPDB SMP Zonasi
Pojok Pitu

Audiensi Dengan IDI, Risma Nangis dan Bersujud
Pojok Pitu

Di Palau Ini Dihasilkan Kepiting Jumbo dan Rumput Laut Berkuwalitas
Jatim Awan

Wisata Bahari Snorkling Pulau Gili Ketapang Siap Dibuka Dengan Protokol Kesehata...selanjutnya
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber