Berita Terbaru :
12 Wartawan Jalani Rapid Test Kedua, Hasilnya Non-Reaktif
Pemkot Madiun Wacanakan Pola New Normal Sektor Pendidikan
Pasar Hewan di Lumajang Akan Kembali Dibuka
Nyinyirin Polisi di Sosmed, Pedagang Sayur Diperiksa
KPAI Buka Posko Pengaduan PPDB 2020, Ini Nomor Kontaknya
Penjelasan Deddy Corbuzier Soal Video Wawancara dengan Siti Fadilah
Penerimaan Siswa Baru Akan Digelar Secara Online
Dampak Covid-19 Investasi Kabupaten Madiun Belum Capai Target Triwulan I
   

Ribuan Pengunjung Tumplek Blek di Acara Festival Sepuluh Ewu Cangkir Kopi
Mlaku - Mlaku  Selasa, 15-10-2019 | 02:05 wib
Reporter : Iqbal Mustika, Handoko Khusumo
Banyuwangi pojokpitu.com, Meminum kopi tak hanya sekedar bicara tentang cita rasa, lebih dari itu ada makna yang lebih penting saat kita meminum kopi secara bersama-sama, yakni nilai kebersamaannya. Nah, masyarakat suku Using Desa Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur, memiliki cara unik untuk melestarikan kebiasan ngopi bareng ini.

Dikemas dalam Festival Ngopi Sepuluh Ewu, masyarakat bisa meminum kopi sepuasnya yang disediakan oleh warga desa setempat secara gratis.

Festival ngopi sepuluh ewu kembali digelar oleh masyarakat Suku Using, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Dibuka oleh Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, festival ngopi sepuluh ewu kali ini ditandai dengan menyeduhkan kopi asli Banyuwangi, kepada tamu undangan yang hadir. Secara bersama sama mereka pun langsung menikmati kopi rakyat yang sudah dihidangkan ke dalam cangkir ini.

Dinamakan festival ngopi sepuluh ewu bukanlah karena harga kopi ini per gelasnya Rp 10 ribu, melainkan pada festival ini ada ribuan gelas berisi kopi yang disediakan oleh warga desa untuk diminum secara bersama-sama oleh wisatawan secara gratis.
Selain suguhan kopi, secara swadaya warga juga menyuguhkan aneka makanan khas pedesaan lainnya seperti pisang kukus, kucur hingga ketupat lepet untuk dimakan sembari meminum kopi di depan rumah warga.

M. Yanuarta Bramuda, Kadisbudpar Banyuwangi, menjelaskan, jalanan desa pada festival ini ditutup total, seluruh warga mengeluarkan kursi dan mejanya agar masyarakat yang datang bisa duduk santai menikmati hidangan yang disediakan sembari menikmati musik tradisional "gedoghan" yang dimainkan oleh wanita sepuh desa.

"Bagi wisatawan yang tak kebagian kopi dan tempat duduk tak perlu kawatir, pihak panitia festival telah menyediakan mini bar kopi yang menyuguhkan kopi siap minum untuk dibagikan secara gratis," jelas M. Yanuarta Bramuda.

Memeriahkan acara sembari menikmati kopi, wisatawan juga disuguhkan alunan musik dari musisi jazz patrol yang menyanyikan beberapa lagu-lagu daerah.

Festival ngopi ini digelar bukan hanya sekadar untuk mengetahui tentang cita rasa kopinya saja. Melainkan untuk lebih mempererat silaturahmi antar warga dengan cara meminum kopi secara bersama sama. (yos)

Berita Terkait

Ribuan Pengunjung Tumplek Blek di Acara Festival Sepuluh Ewu Cangkir Kopi

Emil Dardak Kunjungi Festival Kopi Blitar 2018

300 Peserta, Ikuti Lomba Sangrai Kopi Luwak Juara Dunia

Ajang Promosi, Situbondo Gelar Festival Kopi Luwak Juara Dunia
Berita Terpopuler
Dampak Covid-19 Investasi Kabupaten Madiun Belum Capai Target Triwulan I
Politik  8 jam

Penerimaan Siswa Baru Akan Digelar Secara Online
Pendidikan  7 jam

Penjelasan Deddy Corbuzier Soal Video Wawancara dengan Siti Fadilah
Infotainment  6 jam

Nyinyirin Polisi di Sosmed, Pedagang Sayur Diperiksa
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber