Berita Terbaru :
Pemkab Minta Bumdes Selaku Penyedia Beras Agar Selalu Jaga Mutu
Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Mangkir Jaga Check Poin, PNS Nyabu Ditangkap
Setan Sembunyi
Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Tukang Sablon Pakai Ganja Selama Empat Tahun Jalani Persidangan Online
Ratusan Warga Arak Pasien Covid Sembuh Keliling Kampung
Populer di Play Store, Aplikasi Anti-China Sudah Dihapus Google
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Penjualan Moge Anjlok, Triumph Rumahkan 400 Karyawan
Amankah Makan di Luar Rumah Saat Pandemi Corona?
Total 1.300 Calon Jamaah Haji Asal Tuban Gagal Berangkat
Miliki Bondet, Seorang Pria Lumajang Ditangkap Polisi
Mimos, Robot Tanaman Canggih Ala Jepang Karya Siswa SMK
Di Tengah Pendemi Covid 19, Warga Turi Bersyukur Terima Sertifikat Gratis
   

Gagal Panen, Petani Bangkalan Beralih Profesi Jual Pakan Ternak
Ekonomi Dan Bisnis  Selasa, 15-10-2019 | 00:11 wib
Reporter : Moch Sahid.
Bangkalan pojokpitu.com, Gagal panen akibat serangan hama tikus dan burung membuat beberapa petani di Bangkalan beralih profesi menjadi penjual pakan ternak.

Salah satunya Halili dan ketiga kawannya warga Burneh Bangkalan, yang beralih profesi menjual pakan ternak akibat gagal panen.

Halili mengaku, tanaman jagung yang dijualnya dipotong sebelum waktu panen. Sedangkan padi terpaksa dijual sebagai pakan ternak akibat gagal panen. "Karena diserang hama tikus dan burung sehingga lebih baik dipotong dan dijual agar menghasilkan uang," kata Halili.

Keberadaan para penjual pakan ternak di sepanjang akses jalan pintu masuk kota Bangkalan juga disambut baik para peternak sapi dan kambing. Saat musim kemarau sangat susah bagi para peternak untuk mendapatkan pakan untuk sapi dan kambing peliharaannya apalagi yang masih hijau dan segar.

Haji Hafi salah seorang peternak mengatakan, untuk mendapatkan pakan ternak yang masih hijau dan segar sangat susah. Apalagi kambing peliharaannya tidak suka pakan yang tidak segar. "Keberadaan para penjual pakan ternak juga meringankan dan mempermudah mencari pakan buat hewan ternak," kata Haji Hafi.

Harga pakan ternak yang sudah diikat dipatok dengan Rp 8 ribu untuk satu ikat tanaman jagung, Rp 10 ribu untuk satu ikat tanaman padi. Atau Rp 15 ribu untuk satu karung kecil rumput yang masih hijau. (pul)

Berita Terkait

Diserang Hama Tikus, Petani Salak Gagal Panen

Lebih Dari 4 Ribu Hektar Tanaman Padi Gagal Panen Akibat Embung Kering

60 Persen Petani Sayur Terancam Gagal Panen

220 Hektar Lahan Padi Petani Gagal Panen Karena Kekeringan
Berita Terpopuler
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Hukum  4 jam

Bejat, Begini Wajah Napi Asimilasi Yang Cabuli Anak Calon Istri
Peristiwa  11 jam

Terlanjur Beli Oleh Oleh, CJH Ini Mengaku Kecewa
Peristiwa  10 jam

Di Tengah Pendemi Covid 19, Warga Turi Bersyukur Terima Sertifikat Gratis
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber