Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Sosok 

Sosok Hadi, Selama 52 Tahun Jadi Perajin Cetakan Sepatu
Minggu, 13-10-2019 | 01:05 wib
Oleh : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Kalau anda penyuka sepatu kulit dari Magetan, itu tidak lepas dari jasa Somo Hadi. Kakek berumur 71 tahun yang menekuni pembuatan cetakan sepatu. Meskipun dilakukan secara manual, profesi itu ia jalani selama 52 tahun hingga sekarang.

Namanya Somo Hadi tinggal di Rumah Tua Jalan Pattimura Kelurahan Selosari Kecamatan Kabupaten Magetan. Sehari-hari, kakek berumur 71 tahun bekerja sebagai perajin acuan atau cetakan sepatu.

Memanfaatkan kayu lemtoro atau kayu rambutan, kemudian dipasah sehingga membentuk cetakan sepatu dengan aneka model dan ukuran.

Profesinya sebagai perajin cetakan sepatu, sudah dijalaninya sejak 52 tahun silam, sejak ia masih perjaka. Keahliannya didapat dari orang tuanya yang berprofesi sama.

Hingga kini, suami dari ibu Sarimi ini masih setia menjalani profesinya. Bahkan menjadi satu-satunya perajin cetakan sepatu di Kabupaten Magetan. Proses pembuatannya semuanya dilakukan secara manual.

Sebelumnya ia memang mempunyai mesin. Namun sudah lama rusak, sehingga ia kembali ke cara manual. Dalam sehari, ia bisa memproduksi dua pasang cetakan sepatu. Pesannanya biasanya datang dari Magetan, Solo, Jogja, hingga Kalimantan.

"Untuk satu pasang cetakan sepatu, biasanya dibandrol dari harga Rp 80 hingga Rp 125 ribu perpasang, tergantung ukurannya," ujar Somo Hadi.

Meskipun pesanan tidak seramai dulu, karena kalah bersaing dengan produksi cetakan sepatu berbahan plastik, akan tetapi Hadi tetap telaten menjalani profesinya. Cara manual tetap dijalaninya, karena untuk membeli mesin ia tak mampu. (yos)





Berita Terkait


Sosok Hadi, Selama 52 Tahun Jadi Perajin Cetakan Sepatu


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber