Berita Terbaru :
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Rapid Test Massal Warga Pasar Taman, 10 Orang Pertama Rapid Tes, 8 di Antaranya Reaktif
Puluhan User Perumahan di Kawasan Sukodono Tertipu Pengembang
Puluhan Mahasiswa Keperawatan dan Keluarga Korban Pembunuhan Demo Ke Pengadilan Negeri Sidoarjo
Dilarang Keluar Rumah, Seorang Warga di Ngawi Lakukan Percobaan Bunuh Diri
Belasan Pasien Covid-19 Dari Tenaga Medis dan Keluarga Dinyatakan Sembuh
Ikhlas Nabung Selama 10 Tahun, Wanita Pedagang Kue Batal Berangkat Haji
ASN Lingkungan Pemkab Jember Rapid Test Massal
Menko PMK Tinjau Penyaluran BST Di Kota Malang
Disparta Tinjau Persiapan Hotel Yang Akan Kembali Buka
Ratusan Karyawan Pabrik Rokok Jalani Rapid Test Ulang
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh di Zona Merah Terdampak Covid 19
Seorang Karyawati Swalayan di Ponorogo Positif Covid 19
Setubuhi Gadis Bawah Umur, 2 Pemuda Tulungagung Ditangkap Polisi
5 Pasien Positif Corona Di Bojonegoro Dinyatakan Sembuh
   

Sosok Hadi, Selama 52 Tahun Jadi Perajin Cetakan Sepatu
Sosok  Minggu, 13-10-2019 | 01:05 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Kalau anda penyuka sepatu kulit dari Magetan, itu tidak lepas dari jasa Somo Hadi. Kakek berumur 71 tahun yang menekuni pembuatan cetakan sepatu. Meskipun dilakukan secara manual, profesi itu ia jalani selama 52 tahun hingga sekarang.

Namanya Somo Hadi tinggal di Rumah Tua Jalan Pattimura Kelurahan Selosari Kecamatan Kabupaten Magetan. Sehari-hari, kakek berumur 71 tahun bekerja sebagai perajin acuan atau cetakan sepatu.

Memanfaatkan kayu lemtoro atau kayu rambutan, kemudian dipasah sehingga membentuk cetakan sepatu dengan aneka model dan ukuran.

Profesinya sebagai perajin cetakan sepatu, sudah dijalaninya sejak 52 tahun silam, sejak ia masih perjaka. Keahliannya didapat dari orang tuanya yang berprofesi sama.

Hingga kini, suami dari ibu Sarimi ini masih setia menjalani profesinya. Bahkan menjadi satu-satunya perajin cetakan sepatu di Kabupaten Magetan. Proses pembuatannya semuanya dilakukan secara manual.

Sebelumnya ia memang mempunyai mesin. Namun sudah lama rusak, sehingga ia kembali ke cara manual. Dalam sehari, ia bisa memproduksi dua pasang cetakan sepatu. Pesannanya biasanya datang dari Magetan, Solo, Jogja, hingga Kalimantan.

"Untuk satu pasang cetakan sepatu, biasanya dibandrol dari harga Rp 80 hingga Rp 125 ribu perpasang, tergantung ukurannya," ujar Somo Hadi.

Meskipun pesanan tidak seramai dulu, karena kalah bersaing dengan produksi cetakan sepatu berbahan plastik, akan tetapi Hadi tetap telaten menjalani profesinya. Cara manual tetap dijalaninya, karena untuk membeli mesin ia tak mampu. (yos)





Berita Terkait

Sosok Hadi, Selama 52 Tahun Jadi Perajin Cetakan Sepatu
Berita Terpopuler
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Hukum  11 jam

Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Peristiwa  8 jam

Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Peristiwa  7 jam

Pemkab Minta Bumdes Selaku Penyedia Beras Agar Selalu Jaga Mutu
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber