Berita Terbaru :
Perawat Meninggal Akibat Covid 19 Menjadi 12
Sekolah di Tuban Ini Gratiskan Biaya Siswa Baru Selama Setahun
Kabar Gembira, 135 Pasien Covid 19 Kabupaten Mojokerto Sembuh
Ada Lagi Yang Positif Covid-19, Telaga Sarangan Ditutup
Sejumlah 14 Destinasi Wisata di Trenggalek Kembali Dibuka Pada Era New Normal
KPU Malang Akhiri Verfikasi Paslon Perseorangan Dan Sarankan Kampanye Secara Virtual
Tim Kemensos Beri Pendampingan Hukum Kepada Keluarga Korban Pembunuhan Bocah 5 Tahun
Pedagang Pasar Diwajibkan Pakai Masker Pelindung Wajah
Pembeli Hewan Kurban Menurun 25 Persen Menjelang Hari Raya
KPU Malang Sarankan Kampanye Secara Virtual
Dishub Bojonegoro Gelar Operasi Kendaraan Parkir
Gabungan Forkopimda Ngawi Bubarkan Kerumunan Warga
Pengadilan Agama Gandeng Dispendukcapil Untuk Percepat Keluarkan Status
Komisi IX DPR RI Targetkan Pembahasan RUU SKN Selasai Tahun Ini
   

Satnarkoba dan Dinkes Sidak Obat Ranitidine ke Sejumlah Rumah Sakit dan Apotek
Tapal Kuda Dan Madura  Sabtu, 12-10-2019 | 13:48 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Tim dari Satnakorba Polres Probolinggo Kota dan Dinas Kesehatan setempat, menggelar inspesksi mendadak ke sejumlah rumah sakit dan apotek, guna melakukan penarikan obat mengandung ranitidine yang dikeluarkan PT. Pharpros tbk. Hasilnya, obat yang dimaksud langsung diamankan guna nantinya diserahkan ke BPOM.

Meminimalisir masih adanya peredaran obat mengandung ranitidine di wilayah Kota Probolinggo, membuat Satuan Narkoba Polres Probolinggo Kota dan Dinas Kesehatan menggelar inspeksi mendadak ke sejumlah Rumah Sakit dan Apotek.
 
Obat yang mengandung ranitidine khusus jenis cair injeksi diproduksi oleh PT. Phapros Tbk, surat edaran sendiri dikeluarkan BPOM. Konon obat yang mengandung ranitidine ini bisa menimbulkan kanker jika sering dipakai pasien.
 
Hasil dari pemeriksaan di dua rumah sakit, petugas gabungan berhasil menemukan obat injeksi mengandung ranitidine, hanya saja mereknya berbeda, bukan merek phapors. Meski berbeda merek, namun tim tetap membawa sampel untuk dikoordinasikan dengan badan pengawasan obat dan makanan.
 
Di Rumah Sakit Dokter Mohamad Saleh, menggunakan obat cair ranitidin dari PT. Phapors Tbk, hanya saja sejak dikeluarkan surat edaran dari BPOM obat ini sudah ditarik dan di taruh dalam gudang, total ada 620 stok ampul yang diamankan pihak RSUD Dokter Mohamad Saleh.
 
Menurut AKP Suharsono, Kasat Narkoba Polres Probolinggo Kota, meski tidak menemukan secara langsung obat seperti edaran BPOM, pihaknya terus memantau peredaran di apotek-apotek yang ada.
 
Sementara itu menurut Triyana, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, obat injeksi digunakan untuk meredakan asam dan tukak lambung. "Karena terindikasi tercemar zat n- nitrosodimetylamine (ndma) yang bisa memicu timbulnya kanker," ujar Triyana.
 
Petugas berharap, baik rumah sakit swasta maupun apotek untuk segera menarik jika memiliki obat yang dilarang BPOM. Termasuk bentuk sirup, injeksi dan tablet. (yos)

Berita Terkait

Satnarkoba dan Dinkes Sidak Obat Ranitidine ke Sejumlah Rumah Sakit dan Apotek

Ini Alasan BPOM Tarik Perdaran Ombat Lambung Ratinidin

Dilarang Edar, RSUD Dr. Soetomo Perketat Pengawasan Penggunaan Obat Ranitidine
Berita Terpopuler
Pengadilan Agama Gandeng Dispendukcapil Untuk Percepat Keluarkan Status
Teknologi  11 jam

Dishub Bojonegoro Gelar Operasi Kendaraan Parkir
Peristiwa  9 jam

Gabungan Forkopimda Ngawi Bubarkan Kerumunan Warga
Peristiwa  10 jam

Sejumlah 14 Destinasi Wisata di Trenggalek Kembali Dibuka Pada Era New Normal
Mlaku - Mlaku  3 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber