Berita Terbaru :
Terpleset Saat Loncat ke Perahu, Nelayan Panarukan Tenggelam
Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Polri Beri Dispensasi Perpanjangan SIM Dampak Covid 19
BKD Jatim Angkat Bicara Terkait Pelantikan Kepala Sekolah
Ratusan Petugas Check Point Penyekatan Ikut Rapid Test
Pemprov Jatim Kembangkan Terapi Plasma Untuk Pasien Covid 19 Dengan Gejala Berat
Terdapat 7 Pasien Gangguan Jiwa RSJ Menur Terpapar Covid 19
Terdapat 130 Kasus Anak Positif Covid 19 di Jatim
Polres Malang Kembali Membuat Kampung Tangguh di Kawasan Kepanjen
Jelang New Normal, Penjual Masker Raup Omset Jutaan Rupiah Tiap Harinya
Uji Coba New Normal, Tempat Layanan Publik Dan Pariwisata Jadi Sasaran
Kesiapan PT KAI Daop IX Jember Sambut Normal Baru
New Normal, Pemohon SIM Meningkat
Dispendukcapil Segera Jemput Bola Rekam KTP Pemilih Pemula
Telegram Kembangkan Fitur Reaksi Pesan
   

Polisi Bantah Lalai Terkait Penikaman Wiranto
Peristiwa  Jum'at, 11-10-2019 | 18:55 wib
Reporter : Iman Pujiono
Jakarta pojokpitu.com, Mabes Polri merilis terkait penikaman Menko Polhukam Wiranto yang dilakukan 2 oramg terduga jaringan JAD kemarin di Banten. Menurut Mabes Polri, jejak Abu Rara telah termonitor dua bulan yang lalu, terkait penangkapan Abu Zie yang diamankan di Jakarta Utara.

Dua orang penikam Menko Polhukam Wiranto saat ini telah diamankan oleh Tim Densus 88 Mabes Polri. Kedua suami istri Abu Rara dan Fitiri Anriana, tersebut hingga kini masih menjalani pemeriksaan oleh Densus 88 Anti Teror di Mako Brimob Kelapa Dua Depok , Jawa Barat.

Karopennas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam keterangan persnya di Mabes Polri, Jumat sore mengatakan, aksi keduanya telah terdeteksi sebelumnya dimana keduanya terdeteksi  berkomunikasi dengan jaringannya menggunakan media sosial. Dedi mengatakan, terkait penyerangan Menko Polhukam Wiranto sebenarnya sudah terencana yang pada intinya ia akan menyerang siapa saja dari kalangan pejabat pemerintah dan kepolisian.

Dalam keteranganya, Dedi juga menyebutkan, Abu Rara alias  Syaril Alamsyah  perintahkan oleh Abu Zee merupakan pimpinan Jamaah Ansarut Daulah (JAD) Bekasi.

Ia melakukan tindakan amalaiyah untuk menyerang pemerintah. Terkait penyerangan Wiranto, dikatakan Dedi, penyerangan tersebut tujuan pejabat atau pihak kepolisian . Dimana ada helikopter yang melintas di wilayah serang dan pada akirnya pelaku menghampiri lokasi dimana wiranto sedang kunjungan kerja.

Sesampainya  di Alun Alun Serang, Abu Rara langsung menyerang Wiranto dengan menusuk dengan pisau, sedangkan untuk istrinya diperintahkan untuk  menyerang pihak aparat kepolisian yang ada di lokasi.

Dalam keterangan tersebut, polisi juga membantah adanya tudingan rekayasa terkait insiden tersebut.  Kedua terduga teroris tersebut, sebelumnya  polisi sudah mendeteksi terkait   jaringan yang ditangkap di Jakarta Utara. Meski sudah mencurigai Abu Rara,  polisi tidak bisa menangkap merekan karena belum ada bukti permulaan yang cukup.

Sementara dalam perkara ini, pihak kepolisian telah mengamankan 4 orang, Manado  1 orang, Bandung 1 orang, Semarang 1 orang dan 2 orang lagi diamankan di Bali.(end)



Berita Terkait

Polisi Bantah Lalai Terkait Penikaman Wiranto
Berita Terpopuler
Rapid Tes di Warkop, Seorang Pengunjung Dinyatakan Reaktif
Kesehatan  13 jam

Bursa Transfer: Pogba ke Juventus, Eks Pelatih Milan ke MU
Sepak Bola  12 jam

Usai Lebaran Harga Bawang Merah Capai Rp 41 Ribu
Ekonomi Dan Bisnis  11 jam

Telegram Kembangkan Fitur Reaksi Pesan
Teknologi  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber