Berita Terbaru :
Begini Kondisi Terakir Nenek Umur 105 Tahun Sembuh Covid-19
Total 510 Jamaah Calon Haji Asal Magetan Batal Berangkat ke Tanah Suci
Produsen Face Shield Meraup Berkah Ditengah Wabah Covid-19
Diduga Pemkot Kecolongan, Wawalikota Surabaya Berstatus ODP
Jelang New Normal Pengusaha Restaurant Terapkan Strategi Baru
PMI Gresik Krisis Stok Darah Masa Pandemi
Dindik Jatim Tetapkan Tahun Ajaran Baru Dengan Sistem Shift
Di Tengah Pandemi Covid-19, Warga Dihebohkan Pria Tergeletak di Parit
1814 Calon Jamaah Haji Jember Gagal Berangkat Tahun Ini
Jelang New Normal, Sunday Market Segera Dibuka
Puting Beliung Robohkan Pohon dan Timpa Rumah Hingga Rusak Parah
Dua Keluarga di Kota Mojokerto Terkonfirmasi Positif Covid 19
Terdakwa Mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Bantah Semua Dakwaan Jaksa KPK
Polres Serahkan Bekas Kasus Pembunuhan Mertua Sekda ke Kejaksaan
Ditlantas Polda Jatim Sita 302 Kendaraan Roda 2 Berknalpot
   

Kejari Mojokerto Tetapkan Kadis Pertanian dan 2 Rekanan Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Irigasi
Peristiwa  Jum'at, 11-10-2019 | 18:15 wib
Reporter : Aminuddin Ilham
Mojokerto pojokpitu.com, Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto menetapkan Kepala Dinas Pertanian dan dua rekanan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi proyek irigasi air dangkal untuk kebutuhan sawah pertanian tahun 2016 lalu. Dalam proyek senilai Rp 4,1 milyar ini, ditemukan adanya kerugian negara senilai Rp 519 juta.

Setelah dilakukan penyidikan dan penggeledahan di kantor Dinas Pertanian beberapa waktun lalu, penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, akhirnya menetapkan tiga orang tersangka yang paling bertanggung jawab dalam dugaan kasus korupsi proyek pembangunan irigasi air dangkal untuk kebutuhan sawah pertanian pada tahun 2016 lalu.
 
Tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi proyek pembangunan irigasi air dangkal di Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, di antaranya, Suliestyawati, Kepala Dinas Pertanian dan dua rekanan proyek. Ketiganya dinilai penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto yang paling bertanggung jawab atas kasus tersebut.
 
"Dalam dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan irigasi air dangkal di 11 kecamatan pada tahun 2016, yang nilainya mencapai Rp 4,1 milyar, dari hasil audit penyidik ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp 519 juta," kata Rudy Hartono, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto.
 
Dalam tahapan proses penyidikan atas kasus dugaan korupsi proyek pembangunan irigasi air dangkal di Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, rencananya dalam waktu dekat penyidik Kejaksaan Negeri Mojokerto, akan memanggil Kepala Dinas Pertanian dan dua rekanan untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.(end)
 



Berita Terkait

Kejari Mojokerto Tetapkan Kadis Pertanian dan 2 Rekanan Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Irigasi
Berita Terpopuler
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
Metropolis  8 jam

Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Peristiwa  9 jam

Habib Ini Borong Antibiotik Untuk Dibagikan Gratis
Sosok  7 jam

Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Metropolis  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber