Berita Terbaru :
Ada Aktor Ditangkap karena Kasus Narkoba, Ini Inisialnya
Jumlah Kasus Corona di Jatim Bertambah 265
Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
PSSI Pastikan Persiapan Timnas U-16 dan U-19 Jalan Terus
Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, Detailer Farmasi Menjual Kopi Keliling Dengan Sepeda Angin
Jatim Beri Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19 Masuk SMA/SMK Negeri
Ford Sematkan Fitur Ini di Mobil Polisi untuk Membunuh Virus Corona
Microsoft Mulai Gantikan Tugas Jurnalis dengan Robot
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia
   

Dugaan Korupsi Kas PDAM Mojokerto, Mantan Dirut Dituntut 7 Tahun Penjara
Hukum  Jum'at, 11-10-2019 | 16:18 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Kasus dugaan korupsi uang kas di PDAM Maja Tirta Mojokerto, memasuki babak tuntutan. Jaksa penuntut umum dari Kejari Mojokerto, akhirnya menuntut mantan direktur PDAM Maja Tirta, Trisno Nurpalupi dan Maju Sitorus, direktur perusahaan rekanan PDAM penyedia Kimia Tawas.

Dalam tuntutannya, jaksa penuntut umum, Gede Indra Prabowo dan Agus Partha, dari Kejari Mojokerto menyatakan, bila kedua terdakwa Trisno Nurpalupi, mantan direktur utama PDAM Maja Tirta dan Maju Sitorus, Direktur PT Chrismalis Arta, rekanan PDAM penyedia kimia tawas, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi uang kas PDAM Maja Tirta.

Jaksa menilai, modus yang dilakukan terdakwa Trisno dengan menggunakan dana kas mulai tahun 2013 hingga 2017 tanpa persetujuan Walikota Mojokerto dan dewan pengawas. Selain itu, Trisno membeli bahan kimia tawas ke PT Chrismalis Arta, perusahaan abal-abal milik Maju Sitorus tanpa proses pengadaan. Akibatnya, terjadi mark up anggaran yang mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 1 miliar.

Perbuatan kedua terdakwa jelas melanggar pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 KUHP sebagaimana dakwaan primair.

Atas pertimbangan tersebut, jaksa meminta hakim Pengadilan Tipikor Surabaya menjatuhkan pidana 7 tahun penjara dan denda Rp 200 juta, subsider 3 bulan, kepada kedua terdakwa. Jaksa memberi tuntutan tambahan kepada terdakwa Maju Sitorus berupa membayar uang pengganti sebesar Rp 813 juta subsider 6 bulan penjara.

Atas tuntutan ini, majelis hakim yang diketuai I Wayan Sosiawan memberi kesempatan kepada kedua terdakwa untuk menyampaikan pembelaan pada minggu depan.(end)

Berita Terkait

Longsor Putus Pipa PDAM, 3.500 Pelanggan Terganggu

Tebing Longsor, Pipa PDAM Putus, 1500 Pelanggan Terganggu

PDAM Mati, Ribuan Warga Kiris Air Bersih

PDAM Pastikan Pipa Pecah Telah Normal, Masih Ada Pelanggan Yang Belum Teraliri
Berita Terpopuler
5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia
Peristiwa  10 jam

Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Metropolis  8 jam

Microsoft Mulai Gantikan Tugas Jurnalis dengan Robot
Teknologi  7 jam

Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, Detailer Farmasi Menjual Kopi Kelilin...selanjutnya
Life Style  3 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber