Berita Terbaru :
31 Kabupaten di Jawa Tmur Berpotensi Terjadi Kekeringan
Karena Diputus Pacar Terjadi Penculikan dan Penganiayaan
Maling Alat Alat Bengkel Dimassa
Tahun Ajaran Baru Akan Berlangsung Secara Virtual
Pemkab Akan Rapid Tes Seluruh Santri Gontor
Pasar Lumbung Pangan Target Menjangkau Ke 28 Kabupaten Kota di Jatim
Wakapolda Cek Perkembangan Covid 19 di Ponpes Gontor
Selama 14 Hari Terakhir Angka Kesembuhan Mencapai 2.150
JTV Mendapatkan Penghargaan dari KPID
Tukang Sopir Dealer Meninggal Secara Mendadak Di Kamar Mandi
Lagi, Ponorogo Tambah 11 Kasus Covid 19
Makin Banyak Peserta UTBK Reaktif
Nasib Kader Pemantau Pasien Covid-19 Belum Terima Intensif 4 Bulan
Dituduh Hina Pengusaha, Bupati Lumajang Diperiksa Cyber Crime Polda Jatim
Kokohkan Ekonomi di Pandemi Covid, TNI, Polri Bangun Program Ketahanan Pangan
   

Fenomena Bumi Tanpa Bayangan Dimulai Dari Ujung Timur Madura
Tapal Kuda Dan Madura  Jum'at, 11-10-2019 | 16:00 wib
Reporter : Syaiful Anwar dan Wildan Lipu Prasasti
Fenomena dibuktikan oleh BMKG di Kecamatan Kalianget, dengan menggunakan tonggak besi khusus.
Sumenep pojokpitu.com, Fenomena kulminasi, atau bumi tanpa bayangan, terjadi di wilayah Jawa Timur, dimulai dari Kabupaten Sumenep, Jumat (11/10) siang. fenomena terjadi hanya dua kali selama satu tahun dan dibuktikan oleh BMKG setempat.

Kulminasi, merupakan kondisi saat itu posisi matahari tegak lurus. Maka bila berada di luar ruangan, seakan akan tidak ada bayangan yang muncul selama kurun waktu beberapa menit.

Fenomena matahari tanpa bayangan, terjadi di wilayah Jawa Timur  dan sekitarnya dari tanggal 11-15 Oktober 2019. Dimulai dari Kabupaten Sumenep, tepat pukul 11.10 Wib. Berlanjut ke tiga kota lain seperti, Bangkalan, Tuban, dan  terakhir di Banyuwangi.

Sementara, menurut Usman Kepala BMKG Sumenep, fenomena tanpa bayangan terjadi dua kali selama setahun. Wilayah Jawa Timur dimulai dari Kabupaten Sumenep, karena lebih dekat dengan titik garis khatulistiwa.

Pada saat kulminasi pertama, akan ada peningkatan suhu udara sekitar satu derajat. Perlu diwaspadai kepada masyarakat akan terjadinya dehidrasi. Oleh sebab itu saat kulminasi pertama diperlukannya menambah asupan air. (pul)








Berita Terkait

Panas Bumi di SDN Tropodo Karena Kesalahan Pemasangan Arde Listrik Dalam Tanah

Fenomena Alam, Lantai Sekolah Panas dan Bisa Goreng Telur

Suhu Panas Capai 30 Sampai 34 Derajat Celsius, Jawa Timur Hadapi 5 Hari Tanpa Bayangan

Fenomena Bumi Tanpa Bayangan Dimulai Dari Ujung Timur Madura
Berita Terpopuler
Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Malang Raya  6 jam

Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Rehat  7 jam

Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Peristiwa  6 jam

Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Kesehatan  7 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber