Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Geliat Pasar Rumput di Musim Kemarau, Omset Meningkat Hingga 5 Kali Lipat
Jum'at, 11-10-2019 | 05:12 wib
Oleh : Agus Bondan
Berita Video : Geliat Pasar Rumput di Musim Kemarau, Omset Meningkat Hingga 5 Kali Lipat
Tulungagung pojokpitu.com, Musim kemarau tahun ini mendatangkan berkah tersendiri bagi penjual hijauan pakan ternak di Pasar Rumput Tulungagung. Pada musim kemarau seperti saat ini, permintaan hijauan pakan ternak meningkat di banding biasanya. Jika sebelumnya mereka hanya bisa menjual hingga 10 ikat hijauan, kini setiap hari mereka bisa menjual hingga 50 ikat.

Pasar Rumput berada di Desa Ngebong, Kecamatan Pakel , Tulungagung, tepatnya di jalur Tulungagung menuju ke Pantai Prigi Trenggalek.

Menyediakan berbagai jenis hijauan untuk pakan ternak kambing, dan sapi, seperti rerumputan serta dedaunan. Pasar rumput ini menjadi tempat jujugan bagi pemilik ternak untuk membeli pakan ternak yang dibutuhkan.

Musim kemarau berkepanjangan ini mendatangkan berkah tersendiri bagi penjual hijauan pakan ternak di pasar yang rata-rata penjualnya ibu-ibur rumah tangga.

Permintaan akan hijauan mengalami peningkatan di banding musim penghujan. Jika sebelumnya setiap hari hanya mampu menjual sekitar 10 ikat, kini mereka bisa menjual hingga 50 ikat.

Yunaeni, pembeli ternak, memilih membeli hijauan pakan ternak di banding mencari pakan sendiri, karena mereka mengaku kesulitan untuk mencari pakan ternak selama musim kemarau ini.

"Setiap hari untuk membeli hijauan pakan ternak, saya mengeluarkan uang rata-rata Rp 40 ribu," ujar Yunaeni.

Salah seorang penjual hijauan pakan ternak, Tejo, mengaku mulai memasuki musim penghujan di saat warga kesulitan mencari pakan ternak dan permintaan terus meningkat untuk memenuhi ransum pakan ternak. "Bahkan setiap hari mampu menjual 50 ikat berbagai macam hijauan," ujarnya.

Meski permintaan meningkat  dan sulitnya mencari hijauan hingga ke tetangga desa, namun harga hijuan pakan ternak tidak turut dinaikkan.

"Yakni Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per ikat, sedangkan rumput dijual antara Rp 15 ribu hingga Rp 35 ribu tergantung besar kecilnya sak wadah rumput," imbuh Tejo.

Pasar rumput di Desa Ngebong ini telah ada sejak puluhan tahun lalu dan keberadaannya membantu para peternak, saat kesulitan mencari hijauan di musim kemarau sehingga menjadi tempat favorit bagi pemilik ternak. (yos/vd:yan)

Berita Terkait


Geliat Pasar Rumput di Musim Kemarau, Omset Meningkat Hingga 5 Kali Lipat

Pakan Ternak Mahal, Harga Telur Ikut Naik

Dolar Naik, Peternak Burung Perkutut Keluhkan Harga Pakan Ikut Naik

Harga Pakan Ternak Meroket, Dewan Desak Intervensi Pemerintah


Harga Anjlok, Petani Jadikan Buah Naga Sebagai Pakan Ternak

Pakan Ternak Mahal, Harga Telur Ikut Naik

Seorang Residivis Kambuh Kembali Mencuri Sepeda Motor dan Pakan Ternak

Harga Pakan Ternak Meroket, Dewan Desak Intervensi Pemerintah

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber