Berita Terbaru :
PPDB Online, Baru 4 SMPN Penuhi Pagu Pendaftar Siswa
Tahun Ajaran Baru Mulai 13 Juli 2020
Sebanyak 200 Orang Warga Rungkut Ikut Tes Swab Dengan Mobile PCR BNPB
98 Persen Perawat Klaster TKHI di Asrama Haji Sembuh
Pemkab Fungsikan Kampus Stikes Jadi Ruang Isolasi
Dokter di Surabaya Meninggal Dunia Berstatus PDP
Kebutuhan Padi di Jatim Masih Surplus, Hanya Kedelai yang Kekurangan
Sejak Pandemi Covid 19, Angka Ibu Hamil di Jatim Meningkat Tajam
Suami Pasien Nomor 4 Terkonfirmasi Positif Covid 19
Hantam Truck, Pelajar SMP Terseret Hingga Tewas
Warga Ponorogo Masih Bandel Terbangkan Balon Tanpa Awak
Warga Saudi Tak Kuasa Menahan Air Mata saat Masjid Kembali Dibuka
Jumlah Warga Waru Sidoarjo Positif Covid-19 Turun Drastis
Ratusan Rumah 2 Desa di Tanggulangin Teredam Air
Pesan dari Menpora, Sederhana Tetapi Sangat Berarti
   

Diwarnai Aksi Demo, Dua Terdakwa Kasus Pembunuhan Juragan Rongsokan Dituntut Hukuman Mati
Politik  Kamis, 10-10-2019 | 18:20 wib
Reporter : Aminuddin Ilham
Mojokerto pojokpitu.com, Ratusan massa dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang datang dari sejumlah daerah memadati halaman dan jalan di depan Pengadilan Negeri Mojokerto, untuk menggelar aksi demo guna mengawal proses persidangan 2 terdakwa pembunuhan terhadap juragan rongsokan yang merupakan salah satu dari anggota PSHT.

Massa memberi dukungan terhadap Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menjatuhkan hukuman seberat beratnya atau hukuman mati terhadap 2 terdakwa pembunuhan, Priyono dan Dantok Narianto, yang telah membunuh dan membakar juragan rongsokan bernama Eko Yuswanto.
 
Sementara itu, dalam sidang yang digelar di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Mojokerto, tim jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, menuntut kedua terdakwa kasus pembunuhan, Priyono dan Dantok Nariyanto dengan hukuman maksimal yaitu hukuman mati.
 
Tuntutan hukuman mati yang dijatuhkan terhadap kedua terdakwa ini,sesuai dengan dakwaan kesatu primer dengan pasal 340 KUHP jouncto 55 ayat 1 KUHP atau dakwaan ketiga pasal 181 KUHP jouncto 55 ayat 1, tentang pembunuhan berencana. Atas tuntutan hukuman mati ini disambut lega oleh Laili Fitria, istri dan keluarga korban.
 
Seperti yang diketahui, kasus pembunuhan terhadap juragan rongsokan yang mayatnya ditemukan di ladang jagung dengan kondisi terbakar dilakukan kedua terdakwa terjadi pada 13 Mei 2019 lalu.

Pembunuhan berencana ini dilakukan karena kedua terdakwa sakit hati terhadap keluarga korban, yang sering mengejek istri salah satu terdakwa. (yos)

Berita Terkait

Perkara Penusukan Terhadap Heru Susilo Masuk Meja Hijau

Pelaku Pembunuhan Disertai Mutilasi Divonis 14 Tahun Penjara

Sidang Polisi Bunuh Gadis, Terdakwa Dituntut 15 Tahun

Diwarnai Aksi Demo, Dua Terdakwa Kasus Pembunuhan Juragan Rongsokan Dituntut Hukuman Mati
Berita Terpopuler
Sebanyak 308 Pedagang Jalani Rapid Test, 2 Diantaranya Reaktif Covid-19
Peristiwa  7 jam

Alhamdulillah, 7 Pasien Dinyatakan Sembuh Dari Covid-19
Kesehatan  5 jam

Dump Truk Muatan Batu Coral Terbakar di Jalur Ngawi-Cepu
Peristiwa  5 jam

5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia
Peristiwa  17 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber