Berita Terbaru :
Produsen Rokok Terdampak Pandemi Covid-19, Produksi Turun 40 Persen
Penerapan New Normal Bidang Industri di Jatim
PPDB Online, Baru 4 SMPN Penuhi Pagu Pendaftar Siswa
Tahun Ajaran Baru Mulai 13 Juli 2020
Sebanyak 200 Orang Warga Rungkut Ikut Tes Swab Dengan Mobile PCR BNPB
98 Persen Perawat Klaster TKHI di Asrama Haji Sembuh
Pemkab Fungsikan Kampus Stikes Jadi Ruang Isolasi
Dokter di Surabaya Meninggal Dunia Berstatus PDP
Kebutuhan Padi di Jatim Masih Surplus, Hanya Kedelai yang Kekurangan
Sejak Pandemi Covid 19, Angka Ibu Hamil di Jatim Meningkat Tajam
Suami Pasien Nomor 4 Terkonfirmasi Positif Covid 19
Hantam Truck, Pelajar SMP Terseret Hingga Tewas
Warga Ponorogo Masih Bandel Terbangkan Balon Tanpa Awak
Warga Saudi Tak Kuasa Menahan Air Mata saat Masjid Kembali Dibuka
Jumlah Warga Waru Sidoarjo Positif Covid-19 Turun Drastis
   

Ngaku Polisi, Pemuda di Blitar Rampas Barang dan Menghajar Warga
Mataraman  Kamis, 10-10-2019 | 17:40 wib
Reporter : Mohammad Asrofi, Imron Danu
Blitar pojokpitu.com, Bercita-cita jadi polisi tidak kesampaian, seorang pria di Kabupaten Blitar nekat mengaku-ngaku polisi. Pelaku merampas dan menghajar para korbannya, dengan dalih sedang melakukan penyelidikan kasus pembunuhan. Pelaku berhasil ditangkap petugas, di tempat persembunyianna di Palangkaraya-Kalteng.

Adalah Andik Saputra (25) langsung digelandang petugas Satreskrim Polres Blitar. Warga Desa Jingglong Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar ini, ditangkap petugas karena mengaku polisi untuk berbuat kejahatan.

Dengan dalih sedang melakukan penyelidikan kasus pembunuhan, pelaku dengan gampang merampas dan memperdaya para korbannya. Terakhir pelaku menghajar 3 pelajar dan merampas handphone mereka di lapangan tenis kelurahan jegu Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar.

AKBP. Budi Hermanto, Kapolres Blitar, mengatakan, didepan petugas, Andik mengaku nekat mengaku-ngaku polisi karena dulu bercita-cita menjadi polisi, namun tidak  kesampaian.

"Modusnya, ia mendekat korbannya dan langsung menuduh jika korban adalah pelaku pembunuhan," ujar AKBP Budi Hermanto.

Selanjutnya, ia menghajar dan merampas handphone korbannya. Namun sebelum melakukan aksinya, ia minum terlebih dahulu agar berani.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan satu handphone milik korban, serta sepeda motor yang digunakan pelaku untuk beraksi.

Untuk sementara pelaku harus berada di kantor polisi sesuai dengan cita-citanya, namun bukan untuk berdinas melainkan untuk menjalani hukuman.

Pelaku akan dijerat dengan pasal 368 KUHP tentang perampasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (yos)

Berita Terkait

Ngaku Aspri Menpan-RB, 3 Polisi Gadungan Ditangkap

Polisi Gadungan Untuk Menipu dan Mengencani Perempuan

Mengaku Polisi, Pemuda di Blitar Rampas Barang dan Hajar Warga

Ngaku Polisi, Pemuda di Blitar Rampas Barang dan Menghajar Warga
Berita Terpopuler
Alhamdulillah, 7 Pasien Dinyatakan Sembuh Dari Covid-19
Kesehatan  6 jam

Dump Truk Muatan Batu Coral Terbakar di Jalur Ngawi-Cepu
Peristiwa  6 jam

Sebanyak 308 Pedagang Jalani Rapid Test, 2 Diantaranya Reaktif Covid-19
Peristiwa  8 jam

Hantam Truck, Pelajar SMP Terseret Hingga Tewas
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber