Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Pasal Untuk Terdakwa Kasus Amblesnya Jalan Gubeng Tak Sesuai
Kamis, 10-10-2019 | 16:43 wib
Oleh : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng sudah masuk pada sidang perdana. Namun pasal yang diberikan pada terdakwa dinilai pakar hukum pidana tak tepat sehingga perlu dikaji ulang.

Erni Herlin Setyorini, pakar hukum pidana Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, menilai, pasal yang diberikan pada enam terdakwa kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng tak sesuai, yakni pasal 192 ayat 1 KUHP juncto pasal 55 ayat 5 nomor 1 ditambah pasal 63 ayat 1 Undang-Undang 38 tahun 2004 dengan hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Pada pasal-pasal itu untuk vonis kesengajaan yang dilakukan. Namun, pada keenam terdakwa, belum bisa dibuktikan adanya kesengajaan atau tidak. "Faktor kelalaian lebih tepat dijatuhkan, karena kemungkinan besar terdakwa tidak melakukan kerja sesuai SOP. Namun tidak ada pasal dalam KUHP yang sesuai untuk diberikan, sehingga perlu dikaji ulang tingkat kesengajaan yang dilakukan, apakah kesengajaan dengan kemungkinan atau kesengajaan dengan kepastian," kata Erni Herlin Setyorini.

Sementara terkait keterlibatan anak Walikota Surabaya Tri Rismaharini, pihaknya enggan menanggapi, sebab status Fuad Bernardi masih sebagai saksi.(end)

Berita Terkait


Tentang Jalan Gubeng Amblas, Polda Jatim Tunggu Hasil Sidang

Pasal Untuk Terdakwa Kasus Amblesnya Jalan Gubeng Tak Sesuai

Enam Terdakwa Kasus Amblesnya Jalan Gubeng Mulai Diadili

Perkara Amblesnya Jalan Gubeng Segera Disidangkan


Recovery Bangunan Terdampak Amblesnya Jalan Gubeng Ditargetkan Tuntas April

Polda Jatim Akan Periksa Pejabat Pemkot Terkait Amblesnya Jalan Gubeng

Terkait Jalan Gubeng, Putra Risma Diperiksa Polda Jatim

Jalan Gubeng Siap Dibuka Penuh Empat Lajur

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber