Berita Terbaru :
Produsen Rokok Terdampak Pandemi Covid-19, Produksi Turun 40 Persen
Penerapan New Normal Bidang Industri di Jatim
PPDB Online, Baru 4 SMPN Penuhi Pagu Pendaftar Siswa
Tahun Ajaran Baru Mulai 13 Juli 2020
Sebanyak 200 Orang Warga Rungkut Ikut Tes Swab Dengan Mobile PCR BNPB
98 Persen Perawat Klaster TKHI di Asrama Haji Sembuh
Pemkab Fungsikan Kampus Stikes Jadi Ruang Isolasi
Dokter di Surabaya Meninggal Dunia Berstatus PDP
Kebutuhan Padi di Jatim Masih Surplus, Hanya Kedelai yang Kekurangan
Sejak Pandemi Covid 19, Angka Ibu Hamil di Jatim Meningkat Tajam
Suami Pasien Nomor 4 Terkonfirmasi Positif Covid 19
Hantam Truck, Pelajar SMP Terseret Hingga Tewas
Warga Ponorogo Masih Bandel Terbangkan Balon Tanpa Awak
Warga Saudi Tak Kuasa Menahan Air Mata saat Masjid Kembali Dibuka
Jumlah Warga Waru Sidoarjo Positif Covid-19 Turun Drastis
   

Pasal Untuk Terdakwa Kasus Amblesnya Jalan Gubeng Tak Sesuai
Hukum  Kamis, 10-10-2019 | 16:43 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng sudah masuk pada sidang perdana. Namun pasal yang diberikan pada terdakwa dinilai pakar hukum pidana tak tepat sehingga perlu dikaji ulang.

Erni Herlin Setyorini, pakar hukum pidana Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, menilai, pasal yang diberikan pada enam terdakwa kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng tak sesuai, yakni pasal 192 ayat 1 KUHP juncto pasal 55 ayat 5 nomor 1 ditambah pasal 63 ayat 1 Undang-Undang 38 tahun 2004 dengan hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Pada pasal-pasal itu untuk vonis kesengajaan yang dilakukan. Namun, pada keenam terdakwa, belum bisa dibuktikan adanya kesengajaan atau tidak. "Faktor kelalaian lebih tepat dijatuhkan, karena kemungkinan besar terdakwa tidak melakukan kerja sesuai SOP. Namun tidak ada pasal dalam KUHP yang sesuai untuk diberikan, sehingga perlu dikaji ulang tingkat kesengajaan yang dilakukan, apakah kesengajaan dengan kemungkinan atau kesengajaan dengan kepastian," kata Erni Herlin Setyorini.

Sementara terkait keterlibatan anak Walikota Surabaya Tri Rismaharini, pihaknya enggan menanggapi, sebab status Fuad Bernardi masih sebagai saksi.(end)

Berita Terkait

Jaksa Lawan Vonis Bebas Amblesnya Jalan Gubeng

Tiga Kontraktor Amblesnya Jalan Gubeng Divonis Bebas

Hakim Gelar Sidang di Lokasi Amblesnya Jalan Gubeng

Proyek Rumah Sakit Siloam Sempat Terkendala Amdal
Berita Terpopuler
Alhamdulillah, 7 Pasien Dinyatakan Sembuh Dari Covid-19
Kesehatan  6 jam

Dump Truk Muatan Batu Coral Terbakar di Jalur Ngawi-Cepu
Peristiwa  5 jam

Sebanyak 308 Pedagang Jalani Rapid Test, 2 Diantaranya Reaktif Covid-19
Peristiwa  8 jam

Hantam Truck, Pelajar SMP Terseret Hingga Tewas
Peristiwa  2 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber