Berita Terbaru :
Korupsi Dana Desa Ratusan Juta Rupiah, Mantan Kades Ditahan
Krisis Stok Darah, PMI Berburu Kantong Darah ke Lingkup TNI
Pemkot Surabaya Gelar Seleksi Kompetensi Bidang CPNS
KPU Surabaya Pastikan Penetapan Paslon Dilakukan Secara Internal
Terdakwa Kasus Watu Dakon Divonis 10 Bulan
Empat Staf Terpapar Covid 19, Kantor Dispenduk Capil Ditutup Sementara
16 Nakes RSUD Dr. Soedono Terkonfirmasi Positif Covid-19
KPU Gelar Tahapan Tanggapan Masyarakat Terkait DPS
Modus Cari Rongsokan, Seorang Pemuda Curi Motor Hingga Dikeroyok Warga
Pengungsi Syiah Kini Menjadi Jamaah Ahlussunah Wal Jamaah
Polsi Melakukan Kordinasi Dengan KPU Gesik Jelang Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati
Bunuh Akibat Cemburu, Tiga Tersangka Ditangkap
Machfud-Mujiaman Prioritaskan Pembangunan Pasar Jadi Nyaman, Aman, Sehat dan Murah
Innalillahi Wainnna Ilaihirrajiun, Mantan Bupati Kabupaten Gresik Dua Periode Meninggal Dunia
Sopir Ngantuk, Truk Terjun ke Jurang Sedalam 6 Meter
   

Kemarau Berkepanjangan, Anggaran Bantuan Air Bersih Masih Mencukupi
Mataraman  Kamis, 10-10-2019 | 04:21 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Selama musim kemarau dan bencana kekeringan yang menyebabkan krisis air bersih di lima kecamatan di Tulungagung, membuat BPBD setempat, berupaya terus melakukan penyaluran air bersih terhadap warga yang kesulitan mendapatkan air bersih . Droping air bersih yang menggunakan anggaran dari APBD ini , diklaim cukup untuk memenuhi bantuan penyaluran air bersih hingga berakhirnya musim kemarau .

Krisis air bersih yang terjadi di 5 kecamatan di Tulungagung, yakni Kecamatan Kalidawir, Pucanglaban, Tanggunggunung, Besuki, dan Kecamatan Pagerwojo, membuat pihak BPBD setempat, terus berupaya melakukan penyaluran air bersih kepada warga yang membutuhkan air bersih.

Secara bergiliran, dalam 1 hari, BPBD mampu menyalurkan 6 hingga 7 kali pengiriman air bersih ke desa yang mengalami krisis air bersih.

Menurut Kepala BPBD Tulungagung, Suroto, untuk kemarau tahun ini, jumlah desa mengalami krisis air bersih mengalami penurunan, jika dibanding tahun sebanyak 15 desa dan saat hanya 9 hingga 10 desa di 5 kecamatan. Karena di beberapa desa , sumber air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari, masih mengeluarkan air, meski debitnya kecil, sehingga masih cukup untuk keperluan memasak dan air minum.

Anggaran yang disediakan untuk menyalurkan air bersih ke 10 desa, yang berasal dari APBD Kabupaten Tulungagung, diklaim cukup hingga berakhirnya bencana krisis air bersih. "Jika anggaran tersebut, menipis, pihak BPBD Tulungagung, akan mengajukan bantuan anggaran kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur," kata Suroto, Kepala BPBD Tulungagung.

Sebelumnya, bencana krisis air bersih di Tulungagung, memasuki awal bulan September, semakin meluas, dari sebelumnya 5 desa di 2 kecamatan meluas menjadi 9 hingga 10 desa di 5 kecamatan dan 1 desa, yakni Desa Kradinan , Kecamatan Pagerwojo di lereng Gunung Wilis, yang sepanjang tahun tidak pernah mengalami krisis air bersih, kini juga mengalami krisis air bersih.(end)

Berita Terkait

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan

Krisis, BPBD Probolinggo Droping Air Bersih

Ribuan Warga di 17 Desa Dari 9 Kecamatan Alami Krisis Air Bersih

PDAM Bojonegoro Antisipasi Tingginya Permintaan Air Bersih Saat Kemarau
Berita Terpopuler
Adu Banteng Truk,Penyelamatan Supir Berlangsung Dramatis
Peristiwa  8 jam

Bahaya, Lantai Sekolah Dasar Kemayoran 1 Bangkalan Bergetar
Peristiwa  5 jam

Sebanyak 600 Santri Al Izzah Diisolasi
Malang Raya  7 jam

Sopir Ngantuk, Truk Terjun ke Jurang Sedalam 6 Meter
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber