Berita Terbaru :
Hari Pertama Masuk Kerja, ASN dan Jurnalis Jalani Rapid Test
Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Pandemi Covid 19 Ternyata Berdampak Pada Penjual Janur dan Ketupat
Polsek Sukolilo Pantau Pengamanan Perumahan Terapkan Protap Covid 19
Usaha Jasa Sablon Kaos Kebanjiran Order di Tengah Pandemi Covid 19
Rayakan Lebaran di Rusunawa, Walikota Bawakan Opor Ayam dan Lontong Ketupat Untuk Pasien Karantina
Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
   

Tak Terima Omongan Plt Kepala BKD, Ratusan Kades dan Perangkat Desa Turun Jalan
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 08-10-2019 | 16:06 wib
Reporter : Rizqi Setiawan
Bondowoso pojokpitu.com, Ratusan massa dari kepala desa dan perangkat desa melakukan aksi demo di Kantor Pemerintah Kabupaten dan gedung DPRD Kabupaten Bondowoso. Aksi dilakukan lantaran tidak terima atas perkataan Plt Kepala BKD,yang menyatakan desa bukan bagian dari pemerintah kabupaten.

Tergabung dalam Sentra Komunikasi Antar Kepala Desa (SKAK) Bondowoso para kepala desa dan perangkat melakukan aksi demo di depan kantor Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Mereka meminta sekretaris daerah juga turun ke jalan menemui pendemo agar menugaskan Kepala BKD untuk meminta maaf disaksikan seluruh kepala desa.

Namun setelah lama berorasi menyampaikan aspirasinya, peserta aksi tak kunjung ditemui oleh pejabat kabupaten. Akhirnya, SKAK Bondowoso melanjutkan aksi menuju gudung dewan perawakilan rakyat daerah di Kecamatan Tenggarang. Di lokasi ini, pendemo diterima sejumlah wakil rakyat di halaman gedung.

Tuntutan ratusan kepala desa antara lain, Plt Kepala BKD, Ahmad Prayitnomenarik ucapan yang dilontarakan beberapa hari lalu bersama permintaan maaf dengan disaksikan seluruh masyarakat.

Beberapa poin yang dianggap salah yakni, mengatakan bahwa pemerintah desa bukan bagian dari pemerintah kabupaten, sekretaris desa hanya diangkat oleh BPD di desa, serta pernyataan terakhir bahwa tidak ada batasan umur bagi sekretaris desa yang akan diangkat.

Mat Hari, salah satu kepala desa mengatakan, pernyataan Ahmad Prayitno tersebut sangat meresahkan masyarakat desa. Apabila tidak segera ditindak lanjuti, maka skak mengancam akan kembali aksi dengan massa yang lebih besar, mencopot seragam berlogo pemkab, serta menyerahkan stempel kepada pemerintah kabupaten.

Usai menyampaikan aspirasi, massa kemudian membubarkan diri menuju desa masing-masing dengan pengawalan pihak kepolisian. (yos)

Berita Terkait

Merasa Dilecehkan, Ratusan Kades Se Kabupaten Pasuruan Mengamuk di Gedung DPRD

Jadi Korban Bogem, Pendukung Calon Kades Atok Lapor Polisi

Masih Ada Gugatan, Pemkab Pamekasan Tolak Lantik Kades Terpilih

Tak Terima Omongan Plt Kepala BKD, Ratusan Kades dan Perangkat Desa Turun Jalan
Berita Terpopuler
Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
Covid-19  8 jam

Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Pendidikan  7 jam

Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber