Berita Terbaru :
Rumah Roboh Timpa Penghuni, Seluruh Perabotan Tak Terselamatkan
Terobos Lampu Merah, 2 Pelajar Terkapar Terlibat Kecelakaan
Kasus Kematian Covid-19 Lampaui Persentase Global
Butuh 30 Hari MA Putuskan Bupati Jember
Timnas Belum Latihan, PSSI Berdalih Jumlah Peserta Swab Test Banyak
Protes Fasum, Warga Elit dan Satpam Perumahan Nyaris Ricuh
Karena Takut Covid 19, Seorang Ibu Melahirkan Bayinya di Kamar Mandi
Ratusan Seniman Mengelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Balaikota Surabaya
Begini Kronologis Warga Ponorogo Terkena OTT Kejaksaan
Tim Satgas Awasi 6 Orang Positif Covid 19 di Rumah Makan Rawon Nguling
Dump Truk Bermutan Pasir Terlibat Kecelakaan, Sopir Terjepit
Jangan Dibuang, Buktikan 3 Manfaat Teh Celup Untuk Kecantikan Kulit
Bunga Monstera Diburu Penggemar Tanaman Hias
Tak Ingin Lagi Didiskriminasi, Sopir Angkot Hingga Guru SMP Swasta Dukung Machfud Arifin Walikota
SKB CPNS Akan Diselenggarakan Oktober Mendatang
   

Kemarau Panjang, Warga di Pasuruan Antri Air Bersih Hingga Menjelang Subuh
Mataraman  Selasa, 08-10-2019 | 10:00 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Kemarau panjang melanda daerah Jawa Timur, mengakibatkan sejumlah desa di Pasuruan mengalami kesulitan air bersih. Bahkan di salah satu desa warga terpaksa menunggu kiriman air mulai sore hingga menjelang subuh.

Mereka terpaksa menunggu kiriman air sampai berjam-jam, lantaran untuk mendapatkan air bersih harus menumpuh jarak 2 kilo meter. Bahkan, mereka harus mengambil air kotor dari embung untuk kebutuhan sehari-hari.

Meski kondisi tersebut terjadi setiap musim kemarau, namun pemerintah setempat belum memberikan solusi terkait permasalahan krisis air.

Seperti antrian warga di Desa Kedung Pengaron Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan, yang harus mengantri hingga berjam- jam untuk mendapatkan air.

Dengan kondisi gelap dan hanya menggunakan senter untuk menerangi, ratusan warga ini dengan sabar mengisi air bantuan dari desa setempat ke dalam jurigen.

Kondisi seperti ini sudah berlangsung sejak satu bulan terakhir. warga hanya bisa mengandalkan air bantuan, itu pun tak cukup untuk kebutuhan sehari- hari seperti memasak dan mandi.

Menurut Salim, warga, droping air dari pemerintah desa setempat hanya mampu mencukupi selama 3 hari. Selanjutnya warga terpaksa mengambil air ke embung yang kondisi airnya kotor.

"Warga juga terpaksa menempuh jara 2 kilo meter untuk mendapatlam air, itu pun mereka harus mengantri dengan  yang lain," ujar Salim.

Perangakat Desa, Tajib, menjelaskan, selama ini droping air dikirim menggunakan truk dengan bak penampung air. "Dalam semalam truk ini bisa mengirim 3 sampai 4 kiriman ke sejumlah dusun, yakni mulai sore hari hingga menjelang subuh," ujarnya.

Meski kondisi kekurangan air ini teejadi setiap musim kemarau, namun pemerintah setempat sampai saat ini belum memberikan solusi agar warga terdampak bisa mendapatkan air dengan mudah.

Mereka berharap adanya bantuan air bersih dari pemintah daerah mau pun pihak swasta. Selain itu, mereka juga berharap agar permasalahan krisis air ini tidak teejadi setiap mus kemarau. (yos)

Berita Terkait

Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih

31 Kabupaten di Jawa Tmur Berpotensi Terjadi Kekeringan

Jelang Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Mulai Petakan Daerah Rawan Kekeringan

Pandemi Covid-19 Sejumlah Desa Area Sumber Mata Air Imbulan Alami Kekeringan
Berita Terpopuler
Tim Satgas Awasi 6 Orang Positif Covid 19 di Rumah Makan Rawon Nguling
Covid-19  3 jam

Dump Truk Bermutan Pasir Terlibat Kecelakaan, Sopir Terjepit
Peristiwa  4 jam

Karena Takut Covid 19, Seorang Ibu Melahirkan Bayinya di Kamar Mandi
Malang Raya  2 jam

Protes Fasum, Warga Elit dan Satpam Perumahan Nyaris Ricuh
Metropolis  2 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber