Berita Terbaru :
Kecelakaan Mobil Vs Motor, 2 Orang Terluka
Terpleset Saat Loncat ke Perahu, Nelayan Panarukan Tenggelam
Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Polri Beri Dispensasi Perpanjangan SIM Dampak Covid 19
BKD Jatim Angkat Bicara Terkait Pelantikan Kepala Sekolah
Ratusan Petugas Check Point Penyekatan Ikut Rapid Test
Pemprov Jatim Kembangkan Terapi Plasma Untuk Pasien Covid 19 Dengan Gejala Berat
Terdapat 7 Pasien Gangguan Jiwa RSJ Menur Terpapar Covid 19
Terdapat 130 Kasus Anak Positif Covid 19 di Jatim
Polres Malang Kembali Membuat Kampung Tangguh di Kawasan Kepanjen
Jelang New Normal, Penjual Masker Raup Omset Jutaan Rupiah Tiap Harinya
Uji Coba New Normal, Tempat Layanan Publik Dan Pariwisata Jadi Sasaran
Kesiapan PT KAI Daop IX Jember Sambut Normal Baru
New Normal, Pemohon SIM Meningkat
Dispendukcapil Segera Jemput Bola Rekam KTP Pemilih Pemula
   

Limbah Perusahaan Dibuang Ke Sungai, Ratusan Warga Berdemo
Tapal Kuda Dan Madura  Senin, 07-10-2019 | 12:00 wib
Reporter : Abdul Majid
Berita Video : Limbah Perusahaan Dibuang Ke Sungai, Ratusan Warga Berdemo
Pasuruan pojokpitu.com, Ratusan warga dari beberapa desa di Pasuruan, menggelar aksi blokir jalan raya kabupaten terkait permasalahan limbah perusahan yang di buang di aliran sungai. Aksi ini memanas setelah beberapa pertemuan tidak membuahkan hasil kesepakan, antara warga dengan perusahan.

Kekecewaan warga terlihat dengan aksi bakar-bakar ban bekas di tengah jalan raya Bangil-Pandaan, tepatnya di Desa Bujeng Kecamatan Beji Pasuruan.

Selain itu, mereka juga membentangkan poster dan spanduk yang bertuliskan sindiran terhadap pemerintah yang dinilai tak peduli terhadap masyarakat kecil.

Aksi blokir jalan ini dilakukan karena warga memprotes permasalah pembuangan limbah di sungai yang sampai saat ini tak kunjung selesai.

Padahal, sebelumnya sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan, namun tak pernah ada kesepakatan.

Slamet, warga, mengatakan, dugaan pembuangaan limbah ke sungai yang dilakukan oleh sejumlah perusahan di sekitar desa, sudah berlangsung sepuluh tahunan yang lalu.

"Sehingga menyebabkan air sungai tercemari dan tidak bisa dimanfaatkan oleh warga utuk keperluan sehari-hari," ucap Slamet.

Tak hanya itu, akibat limbah yang dibuang di aliran sungai kini sudah meresap ke sumur-sumur warga. Sehingga kebutuhan untuk masak dan minum mereka terpaksa beli di stasiun air isi ulang.

Dengan aksi tutup jalan ini, diharapkan agar pemerintah daerah turun tangan dan bertindak kepada perusahan pembuang limbah di sungai. (yos/vd:yan)

Berita Terkait

Bansos Tak Tepat Sasaran, Warga Demo Kantor Kelurahan

Dinilai Ngawur Asal Panggil Saksi, Kantor Kejaksaan Bangil Dilurug Warga

Warga Tetap Protes Kendaraan Berat Mengaspal di Jalan Raya Munggut

Warga Demo Menolak Puskes Sidodadi Dijadikan Tempat Isolasi Virus Covid 19
Berita Terpopuler
Rapid Tes di Warkop, Seorang Pengunjung Dinyatakan Reaktif
Kesehatan  13 jam

Bursa Transfer: Pogba ke Juventus, Eks Pelatih Milan ke MU
Sepak Bola  12 jam

Usai Lebaran Harga Bawang Merah Capai Rp 41 Ribu
Ekonomi Dan Bisnis  11 jam

Telegram Kembangkan Fitur Reaksi Pesan
Teknologi  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber