Berita Terbaru :
Total 1.300 Calon Jamaah Haji Asal Tuban Gagal Berangkat
Miliki Bondet, Seorang Pria Lumajang Ditangkap Polisi
Mimos, Robot Tanaman Canggih Ala Jepang Karya Siswa SMK
Di Tengah Pendemi Covid 19, Warga Turi Bersyukur Terima Sertifikat Gratis
Terlanjur Beli Oleh Oleh, CJH Ini Mengaku Kecewa
Bejat, Begini Wajah Napi Asimilasi Yang Cabuli Anak Calon Istri
   

Hoaxplay Merilis Laman Khusus Penangkal Hoaks
Teknologi  Minggu, 06-10-2019 | 08:15 wib
Reporter :
pojokpitu.com, Fenomena penyebaran berita bohong (hoaks) yang makin masif, mendorong Hoaxplay - platform edukatif untuk anak muda, merilis laman Hoaxplay.com sebagai media pembelajaran mandiri untuk meningkatkan literasi digital dalam melawan informasi palsu yang tersebar di Internet.

"Program antihoaks itu menyasar anak muda, siswa SMA, dan mahasiswa. Kami ingin mereka bukan hanya mengerti hoaks, tetapi menjadi pejuang antihoax," ujar Project Officer Hoaxplay.com, Nisrina Nadhifah, di Jakarta, Kamis.

Sesuai namanya yang mengandung kata "play," Hoaxplay.com bukan hanya berisi bahan bacaan dengan gaya populer untuk membantu anak muda memahami materi melainkan juga konten audio-visual, infografis, bahkan permainan digital.

"Mereka diajak bermain, bukan belajar atau menghapal materi. Permainan itu semacam stages. Games itu bisa di-share, juga level up terus sampai pada akhir memberikan tips praktis," kata Nisrina.

Dia mengatakan, platform tersebut dibuat dengan menarik agar anak muda tidak merasa digurui.

"Kami tidak mau mendikte anak muda. Kami memberi kekuasaan kepada mereka untuk mencari tahu langkah menyaring informasi hanya membekali pemahaman terkait disinformasi dan hoaks," ujar dia.

Wadah edukatif tersebut ditujukan kepada anak muda usia 15-22 tahun. Lima langkah yang bakal menjadi bekal untuk melawan hoaks atau berita bohong adalah melatih daya berpikir kritis, tipologi informasi, teknik mendeteksi dan merespons hoaks, cara menyikapi hoaks yang beredar di lingkungannya, dan mengajak orang di sekitar untuk turut melawan hoaks.

Nisrina mengatakan proses pengembangan platform tersebut memakan waktu 10 bulan, dengan pengembangan modul langsung bersama anak SMA dan mahasiswa.

Setelah melewati berbagai desain, permainan digital dipilih karena sesuai dengan usia yang disasar.

Nisrina berharap modul Hoaxplay dapat digunakan oleh lembaga lain yang juga bergerak dalam literasi digital. (antara/jpnn/yos)



Berita Terkait

Sebar Berita Hoax, Seorang Warga Tertangkap Polisi

Sebar Hoax Corona Lewat Medsos, 2 Netizen Dipanggil Polres Trenggalek

Pemerintah Lumajang Sebut Isu Pasar Tutup Hoax

Polres Bondowoso Bentuk Cyber Troops, Antisipasi Penyebaran Isu Hoax Covid-19
Berita Terpopuler
Bejat, Begini Wajah Napi Asimilasi Yang Cabuli Anak Calon Istri
Peristiwa  5 jam

Terlanjur Beli Oleh Oleh, CJH Ini Mengaku Kecewa
Peristiwa  4 jam

Mimos, Robot Tanaman Canggih Ala Jepang Karya Siswa SMK
Teknologi  2 jam

Di Tengah Pendemi Covid 19, Warga Turi Bersyukur Terima Sertifikat Gratis
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber