Berita Terbaru :
Rumah Roboh Timpa Penghuni, Seluruh Perabotan Tak Terselamatkan
Terobos Lampu Merah, 2 Pelajar Terkapar Terlibat Kecelakaan
Kasus Kematian Covid-19 Lampaui Persentase Global
Butuh 30 Hari MA Putuskan Bupati Jember
Timnas Belum Latihan, PSSI Berdalih Jumlah Peserta Swab Test Banyak
Protes Fasum, Warga Elit dan Satpam Perumahan Nyaris Ricuh
Karena Takut Covid 19, Seorang Ibu Melahirkan Bayinya di Kamar Mandi
Ratusan Seniman Mengelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Balaikota Surabaya
Begini Kronologis Warga Ponorogo Terkena OTT Kejaksaan
Tim Satgas Awasi 6 Orang Positif Covid 19 di Rumah Makan Rawon Nguling
Dump Truk Bermutan Pasir Terlibat Kecelakaan, Sopir Terjepit
Jangan Dibuang, Buktikan 3 Manfaat Teh Celup Untuk Kecantikan Kulit
Bunga Monstera Diburu Penggemar Tanaman Hias
Tak Ingin Lagi Didiskriminasi, Sopir Angkot Hingga Guru SMP Swasta Dukung Machfud Arifin Walikota
SKB CPNS Akan Diselenggarakan Oktober Mendatang
   

Krisis Air Bersih, Warga Gunakan Air Sungai
Mataraman  Jum'at, 04-10-2019 | 12:22 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Alami krisis air bersih akibat kemarau panjang, belasan kepala keluarga di Tulungagung, gunakan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sejak sekitar 2 minggu terakhir, sekitar 17 kepala keluarga di Desa Winong, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, memanfaatkan aliran sungai aren untuk mendapatkan air. Selain digunakan untuk keperluan mandi dan mencuci, warga juga menggunakannya untuk kebutuhan minum dan memasak.

Warga terpaksa mencari air di sungai karena dalam dua pekan terakhir suplai air pipanisasi mengecil dan seringkali tidak mengalir, sehingga tidak mencukupi untuk kebutuhan air mereka sehari-hari.
Selain memanfaatkan air sungai, sebagian warga juga terpaksa membeli air bersih, seharga Rp 15 ribu per drum berisi 150 liter air.

Sejak mengalami krisis air bersih ini, Sukiman, warga, mengaku, belum pernah mendapatkan bantuan air dari pemerintah. "Warga disini berharap, bantuan air bersih yang selama ini disalurkan ke dusun-dusun tetangga juga menjangkau lingkungan tempat tinggal kita," ujar Sukiman.

Demi mendapatkan air di sungai ini, beberapa warga harus menempuh jarak lebih dari satu kilometer. Dengan menggunakan wadah jerigen, dalam sehari warga harus bolak balik mengambil air, untuk ditampung sebagai persediaan di rumah.

Selama memanfaatkan air sungai aren, warga mengaku belum ada diantara mereka yang mengeluh terserang penyakit diare maupun penyakit lainnya. (yos)

Berita Terkait

Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih

31 Kabupaten di Jawa Tmur Berpotensi Terjadi Kekeringan

Jelang Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Mulai Petakan Daerah Rawan Kekeringan

Pandemi Covid-19 Sejumlah Desa Area Sumber Mata Air Imbulan Alami Kekeringan
Berita Terpopuler
Tim Satgas Awasi 6 Orang Positif Covid 19 di Rumah Makan Rawon Nguling
Covid-19  3 jam

Dump Truk Bermutan Pasir Terlibat Kecelakaan, Sopir Terjepit
Peristiwa  4 jam

Karena Takut Covid 19, Seorang Ibu Melahirkan Bayinya di Kamar Mandi
Malang Raya  2 jam

Protes Fasum, Warga Elit dan Satpam Perumahan Nyaris Ricuh
Metropolis  2 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber