Berita Terbaru :
Menko PMK Minta Kampus Ikut Membantu Penanganan Covid 19
Ambulance Disco Menjadi Viral, Tujuannya Agar Tak Lagi Menakutkan
Pemkab Mojokerto Gratiskan Rapid Tes Bagi Pelajar Yang Ikut SBMPTN
Pakai Motor Risma Blusukan Tegur Warga Tak Pakai Masker
Wajib, Gugus Tugas Rapid Warga di Tempat Nongkrong
Petugas Gabungan Patroli Skala Besar, Segini Hasilnya
Gugus Tugas Covid 19 Siapkan Tempat Istirahat Tenaga Kesehatan
Lagi, Dokter PPDS FK Unair Meninggal Akibat Covid 19
Bhayangkara United Ingin Melanjutkan Kompetisi Hingga Selesai
Hasil Survei: Tito Karnavian Menteri Paling Responsif di Era Pandemi
Dua Kepala Sekolah Ini Jadi Inspirasi Guru Penggerak
Youtube Blokir Akun yang Kerap Buat Konten Rasis
Koleksi Mobil Klasik David Beckham Dijual, Harganya Wow
Tips Agar Koneksi Internetmu Tidak Lelet
Malaysia Larang Orang Asing Salat Berjemaah di Masjid
   

Kasihan, Warga Miskin Tinggal di Gubuk Dekat Kandang Sapi
Mataraman  Kamis, 03-10-2019 | 21:11 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Gubuk tanpa pintu numpang di atas tanah milik orang lain. Tanah Ashudi warisan dari orang tua juga sudah terjual, sehingga kini hanya bisa hidup numpang. Foto: Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Terjepit kemiskinan, seorang warga di Jombang terpaksa tinggal di gubuk kecil dekat kandang sapi. Pria berusia 59 tahun tersebut tinggal di sebuah gubuk berukuran 1,5 kali 2,5 meter.

Gubuk Ashudi, warga Desa Jogoroto Kecamatan Jogoroto, Jombang berdinding seng bekas, serta plastik bekas banner. Menempel pada dinding belakang rumah orang lain. Di dalam gubuk hanya ada satu tempat tidur bambu serta pakaian lusuh. Tidak ada perabot rumah tangga ataupun alat memasak.

Di atas tempat tidur itu Ashudi beristirahat, menerima kunjungan kerabat ataupun tetangga serta beribadah. Untuk kebutuhan  mandi dan mencuci, Ashudi menumpang di mushalla terdekat. Sedang untuk makan, Ashudi biasanya ngutang di warung.

Ashudi tinggal di gubuk sejak 4 tahun lalu. Sejak terjadi masalah dengan adiknya yang telah ditumpangi selama bertahun-tahun.  Setelah itu kakek  berstatus lajang ini memutuskan keluar dari rumah adiknya, dan hidup sendiri di gubuk kecil.

Meskipun tidak memiliki harta benda, Ashudi tidak ingin menjadi pengemis. Ashudi bekerja memelihara sapi milik orang lain dengan sistem bagi hasil. Keuntungan seluruhnya langsung diberikan kepada pemilik warung untuk makan sehari-hari. 

Berkat usaha kerasnya kini  kini Ashudi memiliki seekor anakan sapi sendiri. (pul)

Berita Terkait

Tragedi Kemiskinan Nganjuk, Janda 2 Anak Terpaksa Jual Teremos Untuk Beli Beras

Angka Kemiskinan di Kota Probolinggo Terus Turun, 29 Kelurahan Akan Dijadikan Kampung Tematik

Di Bojonegoro Tingkat Pengangguran Alami Penurunan

Dari Tahun 2016 Hingga 2019 Angka Kemiskinan di Bojonegoro Alami Penurunan
Berita Terpopuler
Lagi, Dokter PPDS FK Unair Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  2 jam

Petugas Gabungan Patroli Skala Besar, Segini Hasilnya
Peristiwa  2 jam

18 Tokoh Dianggap Layak jadi Menteri, Ada Ahok dan Grace Natalie
Politik  13 jam

Ternyata ini Klub Sepak Bola Kesukaan Ahmad Dhani
Infotainment  12 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber