Berita Terbaru :
Aniaya Sopir, Petugas Amankan Belasan Anak Punk
Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Tak Pakai Masker, Sejumlah Pemuda Dihukum Hafalkan Pancasila
Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Sebanyak 12 Warga Desa Giripurno Positif Covid-19
Komplotan Begal Belasan TKP Ditangkap, Rata-Rata Pelaku Masih di Bawah Umur
Kasus Positif Covid di Jatim, Sebanyak 1,75 Persen Pasien Balita
Ada Satu Peserta Pelantikan Kepala Sekolah dan Petugas Pengawas Meninggal Dari Mojokerto
Pemerintah Putuskan Ibadah Haji Tahun Ini Batal
Pemerintah Belum Buka Fasilitas Belajar Mengajar Juli Ini
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sidoarjo Temukan Cluster Baru Kecamatan Taman Sidoarjo
Kisah Nenek Berusia 105 Tahun Sembuh Dari Covid 19
Eka Eki
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Kapolda Kunjungi Kampung Tangguh di Lamongan
   

Diduga Ada Penggelembungan Suara Saat Pilkades, Puluhan Ibu Gruduk Pemkab Lamongan
Pilkada  Kamis, 03-10-2019 | 16:14 wib
Reporter : Zulkifli Zakaria
Lamongan pojokpitu.com, Karena merasa ada kecurangan dalam pelaksanaan Pilkades pada tanggal 15 September kemarin, puluhan ibu siang tadi mendatangi ke kantor Pemkab Lamongan. Sambil membawa spanduk yang bertuliskan meminta keadilan, para ibu berharap agar pelaksanaan Pilkades di desanya untuk diulang. Ada dugaan oknum panitia terlibat dalam kecurangan Pilkades tersebut.

Dengan membawa anak - anak, para ibu warga Desa Sidomukti Kecamatan Brondong Lamongan,  siang tadi mendatangi ke Pemkab Lamongan. Para ibu ini meminta kepada pihak pemerintah daerah untuk membatalkan hasil Pilkades di Desa Sidomukti Kecamatan Brondong Lamongan.

Pembatalan ini dilakukan, karena ada dugaan salah satu oknum panitia yang tidak netral dalam pelaksanaan Pilkades. Oknum tersebut diduga telah merusak kotak suara yang sudah berada di kantor Polsek Brondong.

Selain itu juga adanya dugaan pengglembungan suara yang dalam penghitungan hasil suara ini, pihak panitia melakukan penghitungan suara dua kali.

"Dalam penghitungan pertama , jumlah pemilih yang hadir 2735 suara, namun pihak panitia secara tiba - tiba melakukan penghitungan secara internal dengan jumlah suara 2880 suara. Hal inilah yang mernyulut permasalahan kalau dalam Pilkades tersebut, ada pengglembungan suara," kata Fikul Saifudin, pengacara tergugat.

Selain itu juga, ada dugaan salah satu kotak surat suara yang disimpan di Polsek telah dirusak oleh oknum panitia. Hal inilah menambahkan permasalahan menjadi rumit.(end)

Berita Terkait

Sengketa Pilkades Geger, Majelis Hakim Verifikasi Surat Suara

Unik, Pasangan Suami Istri Maju Pilkades Didandani Ala Pengantin

Sehari Jelang Pilkades, Panitia Mulai Sibuk Siapkan TPS

Ketegangan Warnai Hari Terakhir Kampanye Pilkades Serentak
Berita Terpopuler
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Peristiwa  4 jam

Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Covid-19  54 menit

Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Peristiwa  29 menit

Kapolres Malang Siapkan 1.295 Personil Untuk New Nomral Life
Malang Raya  15 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber