Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Bersitegang Dengan Warga Saat Razia, Petugas Gabungan Diteriaki Maling
Kamis, 03-10-2019 | 14:00 wib
Oleh : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Petugas gabungan dari TNI-Polri dan Satpol PP Kabupaten Tuban, kembali melakukan razia. Kali ini razia dilakukan untuk menyasar tempat yang diduga menjadi tempat produksi miras jenis arak.

Kegiatan ini dilakukan untuk menegakkan perda nomor 9 tahun 2016, tentang pengendalian, pengawasan, peredaran dan penjualan minuman berakohol.

Saat ini yang menjadi terget oprasi, produksen arak di Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Tuban. Namun, diduga razia itu bocor sebelum petugas datang di lokasi, sehingga petugas harus pulang dengan tanggan hampa.

Selain tidak mendapatkan target, petugas harus bersitegang dengan pemilik rumah, karena petugas diteriaki maling saat petugas mengeledah sebuah rumah yang menjadi target operasi.

Hery Muharwanto, Kepala Satpol PP Tuban, mengatakan, meski petugas mendapatkan barang bekas produksi arak, petugas tidak dapat melakukan penyitaan karena bukti yang didapatkan kurang kuat.

Setelah pengeledahan dilakukan, petugas gabungan kemudian balik kanan. Kegiatan serupa akan terus dilakukan untuk memberantas produksi dan peredaran miras ilegal. (yos)

Berita Terkait


Petugas Kembali Merazia Penjualan Miras

Razia Miras Ilegal, Pemilik Warung Marah-Marah ke Petugas

Rumah Cukrik Gadel Timur Surabaya Digerebek, 10 Botol Cukrik Siap Edar Disita

Petugas Merazia Miras di Cafe, Namun Tak Temukan Hasil


Satpol PP Nganjuk Razia Miras, Dapatkan Ratusan Liter Miras

Tim Gabungan Polda dan Polres Gresik Razia Miras di Manyar, Segini Hasilnya

Razia Miras Temukan Puluhan Botol Miras Oplosan

Saat Razia Miras dan Preman, Polisi Sidoarjo Amankan Rendi

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber