Berita Terbaru :
Reskrim Polsek Bantur Ringkus Jaringan Pengedar Sabu
Khozanah Akan Legowo Jika Tak Dapat Rekom PKB
Tak Penuhi Protokol Kesehatan, THM Dilarang Buka
Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih
Petugas PPDP Temui Kendala Saat Mencoklit Data Pemilih
   

Batik Semakin Dikenal Luas, Perajin Kian Terhempas
Life Style  Kamis, 03-10-2019 | 06:14 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Satu dekade batik dinobatkan menjadi warisan budaya dunia. Namun, dalam perjalanannya, tak mudah bagi batik untuk terus berkembang. Terlebih, tidak ada peran pemerintah dalam mengerem penjualan batik printing, yang merugikan perajin.

Pakar batik Indonesia, Karsam, mengakui, dalam perjalanan batik banyak hambatan yang dihadapi. Meski di satu sisi, pengakuan UNESCO atas batik sebagai warisan budaya dunia, melambungkan nama Indonesia di kancah internasional. Sayangnya, tak sedikit, yang justru berdampak negatif. Sebab justru peredaran batik printing mematikan keberadaan perajin batik.

"Batik kini tak hanya ada di Indonesia. Tetapi juga di negara maju seperti Amerika," kata Karsam.

Pria yang menjadi doktor batik pertama Indonesia ini pun mengaku  peran pemerintah sangat minim dalam hal ini. Pemerintah hanya fokus pada perputaran ekonomi, tanpa memperdulikan asas membatik itu sendiri.

Menurut Karsam, salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah dalam mengendalikan peredaran batik adalah dengan memberikan batik mark. Yaitu penanda pada kain batik berdasarkan cara pembuatannya. "Seperti warna kuning emas untuk batik tulis, warna putih untuk batik cap, dan warna silver untuk gabungan batik tulis dan cap. Selain itu juga perlu adanya upaya pengendalian agar tak hanya batik yang dikenal masyarakat dunia, tetapi perajin batik pun tetap lestari," paparnya.(end)

Berita Terkait

Isi Libur Sekolah, Puluhan Siswa Belajar Membatik

Perajin Kota Batu Buat Masker Batik Tulis

Imbas Corona, Produksi Batik di Pamekasan Turun Drastis

Di Tengah Pandemi Covid-19, Perajin Batik Masih Buka Pemesanan Secara Online
Berita Terpopuler
Petugas PPDP Temui Kendala Saat Mencoklit Data Pemilih
Pilkada  5 jam

Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih
Peristiwa  4 jam

Khozanah Akan Legowo Jika Tak Dapat Rekom PKB
Pilkada  2 jam

Tak Penuhi Protokol Kesehatan, THM Dilarang Buka
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber