Berita Terbaru :
Lima Guru Positif Covid-19, Begini KBM di SDN Plaosan 1
Positif Covid-19 di Tuban Tembus 157 Kasus
Traffic Light Lumajang Dipasang Garis Jaga Jarak Layaknya Starting Grid Moto GP
Kembangkan Bakat, 5 ABK Membuat Grup Band
Pelaku Diduga Copet Diamankan Polisi Usai Gasak HP Milik Demonstran
Demo Tolak RUU Omnibus Law di Tengah Pandemi Covid-19
Dokter dan Perawat RSUD Caruban Terpapar Virus Corona
Warga Dibuat Bingung Atas Pelayanan PDAM
Sebanyak 30 Persen PPDP Surabaya Enggan Melakukan Rapid Tes
Polresta Banyuwangi Ungkap Kasus Narkoba Dalam Bungkusan Rengginang
Empat Tahun Buron, Perampok Sadis Dibekuk Jatanras
Robot Arta Mulai Layani Rapid Tes UTBK di Unair
Menko PMK Kecewa Jatim Tak Bisa Penuhi Target Dua Minggu Dari Jokowi
Perwali No 33, Masuk Surabaya Wajib Rapid Tes Bagi Warga Luar Kota
Sidak Takaran Minyak, Petugas Temukan Produsen Nakal
   

Beginilah Kisah Atmaniyah Bersama 8 Anaknya Yang Tinggal di Gubuk
Tapal Kuda Dan Madura  Kamis, 03-10-2019 | 01:16 wib
Reporter : Moh. Hasan
Atmaniyah hidup dengan keterbatasan, hingga salah satu anaknya terpaksa putus sekolah. Foto Moh. Hasan
pamekasan pojokpitu.com, Mendapat kehidupan yang layak dan makmur diharapkan banyak orang di negeri ini. Namun berbeda dengan Atmaniyah bersama 8 anaknya yang tinggal di gubuk terbuat dari anyaman bambu.

Atmaniyah dan 8 anaknya tinggal di Dusun Panyepen Desa Konang Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan. Atmaniyah yang berumur 35 tahun, tinggal di gubuk reyot bersama 8 anaknya yang masih kecil. Gubuk tersebut hanya terbuat dari dinding anyaman bambu.

Anak Atmaniyah terdiri 7 laki laki dan 1 perempuan. Salah satunya putus sekolah karena tidak punya biaya.

Janda Atmaniyah yang baru 19 hari ditinggal mati suaminya, hidup serba kekurangan. Tidak jarang dibantu warga sekitar untuk meringankannya. Pekerjaan membantu jualan di pasar harus ditinggalkan, karena harus mengasuh 8 anak yang masih kecil.

"Saya menetap di rumah ini sejak kecil, mempunyai 8 anak, ada yang sekolah dan ada yang putus sekolah karena tidak mempunyai biaya," kata Atmaniyah.

Atmaniyah mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah meskipun hidup dalam kekurangan. (pul)   

Berita Terkait

Tragedi Kemiskinan Nganjuk, Janda 2 Anak Terpaksa Jual Teremos Untuk Beli Beras

Angka Kemiskinan di Kota Probolinggo Terus Turun, 29 Kelurahan Akan Dijadikan Kampung Tematik

Di Bojonegoro Tingkat Pengangguran Alami Penurunan

Dari Tahun 2016 Hingga 2019 Angka Kemiskinan di Bojonegoro Alami Penurunan
Berita Terpopuler
FKPPI Demo Tuntut DPR RI Membatalkan RUU HIP
Peristiwa  8 jam

Tuntut Kejelasan Kasus Korupsi Warga Demo Kejaksaan
Peristiwa  11 jam

Inkrah Sejak Januari Hingga Juni, Kejari Kabupaten Malang Musnahkan Barang Bukti...selanjutnya
Malang Raya  9 jam

Persidangan Abah Ipul, Kabag ULP Sangadji Ungkap Pemberian Uang 200 Juta
Hukum  7 jam



Cuplikan Berita
Anak Jerapah Lahir di Tengah Pandemi
Pojok Pitu

Anak SD Dinikahkan Siri Dengan Pria Beristri Tiga
Pojok Pitu

Ingin Ketahui Fakta Penanganan Covid 19, Kapolda Jatim Akan Berkantor di Polsek
Jatim Awan

Begini Gejala Awal Hingga Rudy Ermawan Yulianto Meninggal Dunia
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber