Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Atmaniyah hidup dengan keterbatasan, hingga salah satu anaknya terpaksa putus sekolah. Foto Moh. Hasan
Beginilah Kisah Atmaniyah Bersama 8 Anaknya Yang Tinggal di Gubuk
Kamis, 03-10-2019 | 01:16 wib
Oleh : Moh. Hasan
pamekasan pojokpitu.com, Mendapat kehidupan yang layak dan makmur diharapkan banyak orang di negeri ini. Namun berbeda dengan Atmaniyah bersama 8 anaknya yang tinggal di gubuk terbuat dari anyaman bambu.

Atmaniyah dan 8 anaknya tinggal di Dusun Panyepen Desa Konang Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan. Atmaniyah yang berumur 35 tahun, tinggal di gubuk reyot bersama 8 anaknya yang masih kecil. Gubuk tersebut hanya terbuat dari dinding anyaman bambu.

Anak Atmaniyah terdiri 7 laki laki dan 1 perempuan. Salah satunya putus sekolah karena tidak punya biaya.

Janda Atmaniyah yang baru 19 hari ditinggal mati suaminya, hidup serba kekurangan. Tidak jarang dibantu warga sekitar untuk meringankannya. Pekerjaan membantu jualan di pasar harus ditinggalkan, karena harus mengasuh 8 anak yang masih kecil.

"Saya menetap di rumah ini sejak kecil, mempunyai 8 anak, ada yang sekolah dan ada yang putus sekolah karena tidak mempunyai biaya," kata Atmaniyah.

Atmaniyah mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah meskipun hidup dalam kekurangan. (pul)   

Berita Terkait


Potret Kemiskinan Tuban, Mbah Roto Hidup Bersama Kambing di Gubug Reyot

Kasihan, Warga Miskin Tinggal di Gubuk Dekat Kandang Sapi

Beginilah Kisah Atmaniyah Bersama 8 Anaknya Yang Tinggal di Gubuk

Beginilah Kisah Atmaniyah Bersama 8 Anaknya Yang Tinggal di Gubuk


Jokowi Klaim Dana Desa Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan

Angka Kemiskinan Jatim Mencapai 4 Juta Jiwa

Bupati Minta Pengusaha Ikut Entaskan Kemiskinan

Presiden Inginkan Kemiskinan di Madura Berkurang

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber