Berita Terbaru :
RDP Soal Program BPNT Memanas
Pemkab Bojonegoro Siapkan 1.000 Tangki Air Bersih Atasi Dampak Kekeringan
Harga Hewan Kurban Naik Jelang Idul Adha
Ratusan Warga Gelar Aksi Protes Pembangunan Double Track Tanpa Underpass
Akhirnya Bapak-Anak Kompak Tinggal di Penjara Karena Maling HP
Wisata Tematik Beiji Park Gelar Simulasi New Normal
   

Dewan Sidak Proyek 24 Miliar Terindikasi Ada Permainan
Politik  Rabu, 02-10-2019 | 17:39 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Berita Video : Dewan Sidak Proyek 24 Miliar Terindikasi Ada Permainan
Nganjuk pojokpitu.com, Anggota DPRD Nganjuk dari Komisi C melakukan sidak ke proyek pembangunan Pasar Kertosono Nganjuk senilai hampir Rp 24 miliar dengan dana APBD. Dari hasil sidak, DPRD menemukan banyaknya pelanggaran dalam pembangunan, serta terindikasi proses lelang proyek sudah di setting kemenangannya pada satu rekanan. Konsultan proyek sama dengan proyek pembangunan Pasar Wage Nganjuk, dan nilai HPS hanya turun 2 persen saja dari nilai pokok lelang.

Sejumlah anggota DPRD Nganjuk dari Komisi C melakukan sidak ke proyek pembangunan Pasar Kertosono Nganjuk. Sidak dilakukan menyusul adanya keluhan dari warga terkait debu akibat pembatas proyek yang tak standart.

Dari hasil sidak, DPRD menemukan adanya sejumlah kejanggalan, diantaranya, pelaksana proyek dari PT Konstruksi Indonesia Mandiri itu tidak memasang papan proyek dan tidak ada ijin amdal.

Di samping itu, yang lebih ironis, dari hasil pemeriksaan mendalam yang dilakukan oleh anggota dewan, pihak dewan menduga ada skenario jahat antara Dinas Pekerjaan Umum Nganjuk dengan salah satu kontraktor atau pelaksana proyek, dimana lelang sudah di setting sedemikian rupa guna memenangkan satu rekanan.

"Itu terindikasi dari nilai HPS yang turun dari harga pokok satuan (HPS) lelang pembangunan sebesar Rp 24,375 miliar dan turun sangat sedikit yaitu hanya 2 persen saja dari harga HPS lelang, atau sebesar Rp 23,521 miliar," ungkap Fauzi Irwana, Wakil Ketua Komisi C DPRD Nganjuk.

"Hal itu menandakan ada space atau sisa uang pekerjaan yang cukup banyak yang bisa dibuat bancakan oleh oknum tertentu. Seharusnya turunnya nilai HPS lelang berkisar antara 10 hingga 15 persen saja," lanjutnya.

Di samping itu, dana Rp 24 miliar yang dialokasikan oleh DPRD untuk pembangunan pasar hingga finishing 100 persen. Namun kenyataannya, Rp 24 miliar hanya untuk pembuatan tiang pancang dan tembok lantai saja, dan konsultan proyek sama dengan konsultan proyek pembangunan Pasar Wage Nganjuk.

Ia meminta kepada pemenang lelang agar secepatnya memperbaiki kesalahan dalam pelaksanaan proyek, dan meminta agar pihak dinas terkait bisa lebih hati - hati dengan proses lelang yang menggunakan anggaran negera.

Jika nanti tetap ditemukan adanya pelanggaran, maka pihak dewan akan segera melaporkan kasus tersebut ke penegak hukum.(end)

Berita Terkait

DPRD Komisi III Temukan Proyek Terindikasi Korupsi Ratusan Juta

Proyek Gedung RSUD Dolopo Terlambat Jadi

Baru Dilantik, DPRD Langsung Sidak Proyek RSUD Nganjuk

Dewan Sidak Proyek 24 Miliar Terindikasi Ada Permainan
Berita Terpopuler
Wisata Tematik Beiji Park Gelar Simulasi New Normal
Mlaku - Mlaku  5 jam

Akhirnya Bapak-Anak Kompak Tinggal di Penjara Karena Maling HP
Peristiwa  4 jam

Harga Hewan Kurban Naik Jelang Idul Adha
Ekonomi Dan Bisnis  3 jam



Cuplikan Berita
Tiga Pedagang Reaktif, Pasar Kunir Ditutup
Pojok Pitu

Tolak Tracing, Warga Usir Petugas Medis Covid-19
Pojok Pitu

Budidaya Bonsai Kelapa Mulai Digemari di Mojokerto
Jatim Awan

Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber