Berita Terbaru :
Sebanyak 12 Warga Desa Giripurno Positif Covid-19
Komplotan Begal Belasan TKP Ditangkap, Rata-Rata Pelaku Masih di Bawah Umur
Kasus Positif Covid di Jatim, Sebanyak 1,75 Persen Pasien Balita
Ada Satu Peserta Pelantikan Kepala Sekolah dan Petugas Pengawas Meninggal Dari Mojokerto
Pemerintah Putuskan Ibadah Haji Tahun Ini Batal
Pemerintah Belum Buka Fasilitas Belajar Mengajar Juli Ini
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sidoarjo Temukan Cluster Baru Kecamatan Taman Sidoarjo
Kisah Nenek Berusia 105 Tahun Sembuh Dari Covid 19
Eka Eki
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Kapolda Kunjungi Kampung Tangguh di Lamongan
Alhamdulillah, 42 Persen Pasien Covid-19 di Tulungagung Telah Sembuh
Total Pasien Sembuh di Jatim Tembus 699 Orang
Sistem Zonasi Akan Diterapkan Per Wilayah Kabupaten Kota
Meski Di Tengah Pandemi, Kanim Selesaikan Ribuan Paspor Haji
   

Kenalkan Budaya Melalui Karya Batik Tulis Tematik
Life Style  Rabu, 02-10-2019 | 13:13 wib
Reporter : Wildan Lipu Prasasti
Dengan filosofi sejarah daerah setempat. Para perajin yang mengerjakan seluruhnya merupakan para pemuda setempat. Foto Wildan
Sumenep pojokpitu.com, Upaya memperkenalkan budaya dan sejarah dikalangan para pemuda, perajin batik di Pandian, Sumenep, mengkreasikan batik tulis tematik.

Tidak hanya menyuguhkan kain yang bergambar saja, para pemuda yang tergabung dalam, labatik.id, di Desa Pandian Sumenep, kreasikan batik tulis yang memiliki makna filososi sejarah setiap daerah. Salah satunya batik dengan motif labeng agung, yang bercerita mengenai labeng mesem, dan Masjid Agung Kabupaten Sumenep.

Menurut Ahmad Fauzi perajin batik, Kreasi karya batik tulis tematik memiliki  kepuasan tersendiri bagi  konsumen. Sebab bisa menambah  hubungan emosional yang kuat dengan apa yang dipakai. Mulai destinasi budaya dan sejarah. "Sebab nilai-nilai sejarah di kalangan masyarakat sudah mulai terkikis, maka perlu dikreasikanlah batik tematik untuk perkenalkan budaya dan sejarah agar selalu melekat," kata Ahmad Fauzi.

Setiap hasil karya yang dihasilkan juga dipromosikan melalui media sosial. Unggahan disertai keterangan filosofi batik, juga menguploud  video dan gambar, dari proses awal sampai akhir pengerjaan batik. Tujuannya memberikan efek kepuasan kepada konsumen, dan dapat menghargai batik dengan layak sesuai proses pembuatannya. "Sampai saat ini pasaran sudah nasional serta permintaan setiap harinya bertambah," tambah Ahmad Fauzi.

di hari batik nasional ini,  Ahmad Fauzi berharap kalangan pemuda lebih menghargai karya batik tematik. Untuk  mengetahui budaya dan sejarah daerah setempat, serta batik selalu lestari dari generasi ke generasi. (pul)

Berita Terkait

Imbas Corona, Produksi Batik di Pamekasan Turun Drastis

Di Tengah Pandemi Covid-19, Perajin Batik Masih Buka Pemesanan Secara Online

Memberikan Sosialisasi Tentang Covid 19, Kelompok Disabilitas Membuat Batik Motif Corona

Sempat Berhenti, Perajin Batik Beralih Membuat Masker
Berita Terpopuler
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Peristiwa  3 jam

Kapolres Malang Siapkan 1.295 Personil Untuk New Nomral Life
Malang Raya  14 jam

Terminal Kertonegoro Ngawi Mati Suri
Peristiwa  8 jam

Peringati Hari Lahirnya Pancasila, Aktifis PA GMNI Lakukan Tabur Bunga di TMP
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber