Berita Terbaru :
Polisi Periksa Kendaraan Arus Balik di Exit Tol Nganjuk
Dampak Covid, Penjual Oleh - Oleh Khas Gresik Sepi Pembeli
Cegah Pemudik, Warga Pasang Portal Pocong dan Keranda Mayat di Pintu Masuk Kampung
Kedapatan Akan Mudik, Satu Keluarga Asal Sidoarjo Diminta Putar Balik
Penjual Mercon Renteng Diamankan Saat Antar Barang
Tanpa Surat Sehat, Anies Pastikan Masyarakat Tidak Bisa Masuk Jakarta
Daging Ayam dan Sapi di Pacitan Sepi Pembeli
Ini Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja
Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Sebanyak 397 Warga Binaan Lapas Wanita Mendapat Remisi Idul Fitri
Pasokan Sepi, Harga Janur Kuning Kian Meroket di Lumajang
Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
   

Lestarikan Budaya, Warga Bojonegoro Gelar Festival Oklik
Pantura  Rabu, 02-10-2019 | 01:15 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Bojonegoro pojokpitu.com, Ribuan warga tumpah ruah memadati kawasan jalan raya Desa Tejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, untuk menyaksikan festival oklik yang diselenggarakan warga desa setempat.

Selain dalam rangka memeriahkan hari jadi Desa Tejo yang ke 638. Festival yang digelar setahun sekali ini, juga bertujuan untuk melestarikan seni budaya tradisional warisan leluhur agar tidak punah dan digemari generasi muda.

Warga tampak antusias menyaksikan iring-iringan grup oklik, yang menampilkan aneka macam kostum dan ornamen, berbentuk unik dan menarik. Mulai dari replika gunungan wayang kulit, hiasan burung garuda, hingga bentuk ular naga raksasa.

Selain menampilkan aneka ornamen, setiap grup peserta juga menampilkan alunan musik oklik, yakni perpaduan seni, alat musik modern dengan aneka gamelan jawa, mulai dari kentongan, gong, kendang, kenong, gambang, dan kempul.  

Suara rancak dari perpaduan alat-alat musik tersebut, mampu memukau ribuan warga yang datang memadati sepanjang rute festival.

Terlebih, hampir sebagian tembang yang ditampilkan para peserta merupakan tembang-tembang jawa, dan syair-syair bernuansa islami, yang akrab ditelinga masyarakat.

Adapun dalam festival ini, terdapat 14 grup atau kelompok peserta yang beranggotakan anak-anak, remaja, hingga orang dewa turut ambil bagian. Mereka saling beradu kreatifitas, dengan tema utama "Menjalin Silaturrahim Untuk Kebersamaan Dan Kerukunan Antar Warga".

Terkait kegiatan ini, Kepala Desa Tejo, sekaligus Ketua Panitia Festival, Qomaruddin, menjelaskan, festival oklik ini melibatkan hampir semua warga terbagi dalam 14 kelompok.

"Selain dalam rangka memeriahkan hari jadi desa tejo yang ke 638. Festival yang digelar setahun sekali ini juga bertujuan untuk melestarikan seni budaya leluhur agar tidak punah, serta makin digemari generasi muda,"| kata Qomaruddin.

Dalam festival ini, peserta paling kompak dengan penampilan terbaik, nantinya akan mendapat doorprize sembako yang telah disediakan pemerintah desa.

Kegiatan ini diharapkan dapat melestarikan kesenian tradisional oklik, sebagai warisan seni budaya leluhur khas nusantara. (yos)




Berita Terkait

Lestarikan Budaya, Warga Bojonegoro Gelar Festival Oklik

125 Peserta Ramaikan Malam Festival Oklik
Berita Terpopuler
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
Peristiwa  14 jam

Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Peristiwa  9 jam

Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Politik  12 jam

Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Malang Raya  13 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber