Berita Terbaru :
Cegah Putus Kuliah, Kampus Bebaskan UKT Mahasiswa
Tolak Omnibus Law, Ribuan Buruh Unras di Kantor Gubernur
Tidak Mampu Menguasai Laju Kendaraan, Guru SMP Dharma Wanita Tabrak Motor
Walikota Surabaya Imbau Warganya Tidak Bepergian Keluar Kota
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Kas Desa
Warga Marah Rusak Rumah Pelaku Terduga Pencabulan Anak Di Bawah Umur
Double Track Jalur Kereta Api Mojokerto - Jombang Mulai Operasikan
Pengedar Tembakao Gorila Dituntut 17 Tahun Penjara
Lagi, Warga Ponorogo Demo Tolak Tower
Dikabarkan Hilang, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tenggelam di Waduk Dawuhan
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyanyi Coblos Nomer 2
Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Jelang Libur Panjang, Petugas Perketat Protokol Kesehatan di Tempat Wisata
Korupsi Dana Desa Mantan Kades Ditangkap Polisi
Laka Beruntun 4 Truk Terjadi di Jalur Selatan Pasuruan, 3 Penumpang Luka-Luka
   

Sadinah, Lansia Sebatang Kara Pencari Sisa Kacang
Sosok  Selasa, 01-10-2019 | 06:15 wib
Reporter : M.Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Seorang janda asal Bendo Kabupaten Magetan, tinggal sebatang kara di rumah kecilnya. Kesehariannya bekerja mencari sisa-sisa kacang di sawah, setelah panen. Pengakuannya, sempat menjual sendok, untuk membeli beras.

Hari sudah siang, mbah Sadinah (75) warga Desa Kleco Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan, bersiap-siap, kembali ke sawah. Membawa tas dan arit, tak lupa memakai caping.

Bukan untuk panen atau menjadi buruh tani, namun, Sadinah mencari sisa-sisa kacang di sawah pasca dipanen oleh pemiliknya. hal Ini dilakukan olehnya setiap hari musim panen.

Profesi ini, menjadi tumpuan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meskipun ada saudara yang lebih mampu secara ekonomi, akan tetapi ia tidak mau merepotkannya. Janda tanpa anak yang hidup sebatang kara ini, memilih mandiri bekerja sendiri.

Pengakuannya, ia sempat menjual sendok untuk keperluan memberi beras. Meskipun pengakuan pihak desa, sendok tersebut diberikan kepada cucu keponakannya.

Berjuang sendiri, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, harus dilaluinya. Karena memang ia tidak dapat bantuan dari pemerintah, termasuk program keluarga harapan, ia juga tidak dapat.

Kerja keras di usianya yang sudah senja ikhlas dijalani mbah Sadinah. Meskipun hidup di bawah garis kemiskinan, ia pantang meminta-minta. Ia memilih berjuang, bekerja untuk mendapatkan rupiah. (yos)

Berita Terkait

Masih Ada, Lansia Sebatang Kara Tidur Beralaskan Karung Bekas

Pelukis Lansia Sukses Pasarkan Karyanya Hingga Mancanegara

Sadinah, Lansia Sebatang Kara Pencari Sisa Kacang

Lansia Sadar Lingkungan, Manfaatkan Sampah Jadi Pupuk Cair Siap Pakai
Berita Terpopuler
Memutus Mata Rantai Covid-19 di Pasar Tradisional
Peristiwa  10 jam

Klaim Hasil Survei Unggul, Hingga Tuding Galau, Tim MAJU : Justru Kami Jauh di A...selanjutnya
Pilkada  8 jam

Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Peristiwa  3 jam

Waspadai Potensi Bencana, Pacitan Pukul Kentongan Serentak
Peristiwa  18 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber