Berita Terbaru :
Terjaring Operasi Masker, Para Pelanggar Diberikan Pilihan Hukumannya Setelah Diceramahi Camat
Meski Panen Raya, Petani Garam Masih Merugi Karena Hujan yang Masih Turun
Kepala Pusjarah Polri Kunjungi Monument Brimob Bukti Menghalau Belanda Tahun 1949
Hari PMI, Sugiri Bagi Bagi Masker dan Susu Telor
Ipong Muchlissoni Temu Komunitas Pemuda Milenial
Limbah Masker Medis Berserakan di Samping Rumah Sakit Covid
Warga Digegerkan Penemuan Bayi Laki-Laki di Sawah Belakang Puskesmas
78 Bangunan Semi Permanen Tanpa Izin Dirubuhkan
Siswi Berhenti Sekolah Karena Tidak Punya HP
Tak Menguanakan Masker Dengan Benar, Puluhan Awak Bus Jalani Sanksi Sosial
Empat Pj Orkes Dangdut Viral Diberi Sanksi Berlapis
Ratusan Pelanggar Protokol Kesehatan Berhasil Diamanakan Oleh Tim Gabungan Covid Hunter
Diduga Rem Blong, Truk Tronton Sasak 4 Rumah di Jalur Wisata Bromo
Gudang Mesin Jahit Jalan Veteran Surabaya Ludes Dilalap Api
Bencana Kekeringan Belum Bisa Diatasi, Terutama Daerah Kering Kritis
   

Sadinah, Lansia Sebatang Kara Pencari Sisa Kacang
Sosok  Selasa, 01-10-2019 | 06:15 wib
Reporter : M.Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Seorang janda asal Bendo Kabupaten Magetan, tinggal sebatang kara di rumah kecilnya. Kesehariannya bekerja mencari sisa-sisa kacang di sawah, setelah panen. Pengakuannya, sempat menjual sendok, untuk membeli beras.

Hari sudah siang, mbah Sadinah (75) warga Desa Kleco Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan, bersiap-siap, kembali ke sawah. Membawa tas dan arit, tak lupa memakai caping.

Bukan untuk panen atau menjadi buruh tani, namun, Sadinah mencari sisa-sisa kacang di sawah pasca dipanen oleh pemiliknya. hal Ini dilakukan olehnya setiap hari musim panen.

Profesi ini, menjadi tumpuan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meskipun ada saudara yang lebih mampu secara ekonomi, akan tetapi ia tidak mau merepotkannya. Janda tanpa anak yang hidup sebatang kara ini, memilih mandiri bekerja sendiri.

Pengakuannya, ia sempat menjual sendok untuk keperluan memberi beras. Meskipun pengakuan pihak desa, sendok tersebut diberikan kepada cucu keponakannya.

Berjuang sendiri, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, harus dilaluinya. Karena memang ia tidak dapat bantuan dari pemerintah, termasuk program keluarga harapan, ia juga tidak dapat.

Kerja keras di usianya yang sudah senja ikhlas dijalani mbah Sadinah. Meskipun hidup di bawah garis kemiskinan, ia pantang meminta-minta. Ia memilih berjuang, bekerja untuk mendapatkan rupiah. (yos)

Berita Terkait

Masih Ada, Lansia Sebatang Kara Tidur Beralaskan Karung Bekas

Pelukis Lansia Sukses Pasarkan Karyanya Hingga Mancanegara

Sadinah, Lansia Sebatang Kara Pencari Sisa Kacang

Lansia Sadar Lingkungan, Manfaatkan Sampah Jadi Pupuk Cair Siap Pakai
Berita Terpopuler
Pasutri di Ngawi Hidup Serba Keterbatasan
Peristiwa  8 jam

Diduga Rem Blong, Truk Tronton Sasak 4 Rumah di Jalur Wisata Bromo
Peristiwa  5 jam

Bencana Kekeringan Belum Bisa Diatasi, Terutama Daerah Kering Kritis
Metropolis  6 jam

Gudang Mesin Jahit Jalan Veteran Surabaya Ludes Dilalap Api
Metropolis  6 jam



Cuplikan Berita
Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Gudang Mebel dan Dua Rumah Hangus Terbakar
Pojok Pitu

Ratusan Driver Online Unjuk Rasa dan Sweping Rekan
Jatim Awan

KPU Surabaya Segera Publikasikan DPS Pada Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber