Berita Terbaru :
Tolak Omnibus Law, Ribuan Buruh Unras di Kantor Gubernur
Tidak Mampu Menguasai Laju Kendaraan, Guru SMP Dharma Wanita Tabrak Motor
Walikota Surabaya Imbau Warganya Tidak Bepergian Keluar Kota
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Kas Desa
Warga Marah Rusak Rumah Pelaku Terduga Pencabulan Anak Di Bawah Umur
Double Track Jalur Kereta Api Mojokerto - Jombang Mulai Operasikan
Pengedar Tembakao Gorila Dituntut 17 Tahun Penjara
Lagi, Warga Ponorogo Demo Tolak Tower
Dikabarkan Hilang, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tenggelam di Waduk Dawuhan
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyanyi Coblos Nomer 2
Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Jelang Libur Panjang, Petugas Perketat Protokol Kesehatan di Tempat Wisata
Korupsi Dana Desa Mantan Kades Ditangkap Polisi
Laka Beruntun 4 Truk Terjadi di Jalur Selatan Pasuruan, 3 Penumpang Luka-Luka
Hari Kedua Pencarian Orang Tenggelam Diperluas Hingga 10 Kilometer
   

Kasus Pencabulan Dengan Tersangka Teman Dekat Masih Menjadi yang Tertinggi
Metropolis  Senin, 30-09-2019 | 18:45 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Kasus persetubuhan dan pencabulan pada beberapa waktu belakangan, menjadi fenomena di Kota Surabaya. Mengingat Surabaya yang dikenal sebagai kota ramah anak, justru perkara ini malah tumbuh subur.

Beberapa kasus pencabulan, seperti yang dilakukan bapak kandung atau bapak tiri yang tega setubuhi anaknya, begitu juga pelakunya oknum guru hingga tetangganya sendiri, berhasil diungkap Unit Pelayanan Perempuan dan Anak PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Unit Pelayanan Pelayanan Perempuan Dan Anak, mencatat, untuk setiap harinya menerima laporan sebanyak 4 sampai 5 LP. Rata-rata kasus tersebut dilaporkan oleh orang tua si korban, ketika anak-anak mereka telah menjadi korban cabul yang dialami sudah berulang kali.

AKP Ruth Yeni, Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, mengatakan, pemicu ataupun latar belakang perbuatan cabul ini begitu komplek.

"Salah satunya yaitu kurangnya edukasi dan kurang perhatian dari orang tua. Dari data unit PPA, pelakunya banyak dilakukan oleh teman dekat atau pacar, kedua oleh tetangga dilingkungan korban dan terakhir orang tua kandung atau bapak tiri," ujar AKP Ruth Yeni.

Adapun data 3 tahun terakhir, sejak tahun 2017 hingga 2019, kasus pencabulan dengan korban anak-anak, ditahun 2017 sebanyak 50 anak, tahun 2018 sebanyak 32 korban dan tahun 2019 hingga bulan agustus sudah ada 24 korban.

Sedangkan untuk tersangka anak-anak dari tahun 2017 sebanyak 20 pelaku, tahun 2018 ada 10 pelaku dan ditahun 2019 sampai bulan agustus sebanyak 6 pelaku.

Untuk itu, guna mencegah semakin bertambahnya perkara ini, Unit PPA telah melakukan upaya, seperti penyuluhan dibeberapa lingkup, mulai dilingkungan masyarakat, sekolah, dan instansi.

"kita berharap peran orang tua dikeluarga, guru di sekolah maupun masyarakat dilingkungannya bisa menjadi orang tua bagi anak-anak mereka, agar pencegahan kasus asusila bisa teratasi dengan baik," imuhnya. (yos)




Berita Terkait

Kasus Pencabulan Dengan Tersangka Teman Dekat Masih Menjadi yang Tertinggi

Guru SD Negeri Aniaya Dua Anak Polisi, Siswa Trauma Tak Mau Masuk Sekolah

Kekerasan Anak dan KDRT Meningkat di Kabupaten Blitar

Tekan Angka Kekerasan Anak, Pemkot Kediri Maksimalkan PPA
Berita Terpopuler
Memutus Mata Rantai Covid-19 di Pasar Tradisional
Peristiwa  9 jam

Klaim Hasil Survei Unggul, Hingga Tuding Galau, Tim MAJU : Justru Kami Jauh di A...selanjutnya
Pilkada  8 jam

Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Peristiwa  2 jam

Waspadai Potensi Bencana, Pacitan Pukul Kentongan Serentak
Peristiwa  18 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber