Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Mantan Kepala Disdik Sampang Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan
Senin, 30-09-2019 | 18:26 wib
Oleh : Ali Muhdor
Berita Video : Mantan Kepala Disdik Sampang Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan
Sampang pojokpitu.com, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Moh Jupri Riady, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi Ruang Kelas Baru (Rkb) sdn ii ketapang sampang tahun anggaran 2016.

Moh Jupri Riady ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Pengadilan Negeri Sampang, setelah ada pelimpahan dari tim penyidikan polres Sampang.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang ini, ditahan setelah diperiksa selama tiga jam oleh petugas kejaksaan, diketahui peran tersangka dalam dugaan kasus korupsi ruang kelas baru tersebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Sebelum dimasukkan ke dalam mobil tahanan, Moh Jupri Riady berdalih, ia hanya sebagai pelapor dalam peristiwa ambruknya pembangunan rkb smpn 2 ketapang. "Saya kaget setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi ruang kelas baru SDN II Ketapang Sampang," ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sampang Edi Sutomo, mengatakan, menerima berkas perkara tersebut dari penyidik polres sampang dengan tersangka Moh Jupri Riady dalam kasus ambruknya proyek RKB SMPN II Ketapang.

Menanggapi pernyataan tersangka, Edi mempersilahkan tersangka jika memang tidak bersalah, nanti di buktikan di persidangan. (yos/vd:yan)

Berita Terkait


Mantan Kepala Disdik Sampang Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan

Kejari Tahan Tersangka Baru Kasus Korupsi Pembangunan RKB SDN II Banyuanyar

Kejari Sampang Langsung Geledah Ruang Sarpras Kasi SD

JCW Laporkan Dugaan DD 580 Juta ke Kejari Sampang


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber