Berita Terbaru :
2 Pasien Covid 19 Sembuh, Pulang Diantar Tim Gugus Tugas
Begini Kondisi Terakir Nenek Umur 105 Tahun Sembuh Covid-19
Total 510 Jamaah Calon Haji Asal Magetan Batal Berangkat ke Tanah Suci
Produsen Face Shield Meraup Berkah Ditengah Wabah Covid-19
Diduga Pemkot Kecolongan, Wawalikota Surabaya Berstatus ODP
Jelang New Normal Pengusaha Restaurant Terapkan Strategi Baru
PMI Gresik Krisis Stok Darah Masa Pandemi
Dindik Jatim Tetapkan Tahun Ajaran Baru Dengan Sistem Shift
Di Tengah Pandemi Covid-19, Warga Dihebohkan Pria Tergeletak di Parit
1814 Calon Jamaah Haji Jember Gagal Berangkat Tahun Ini
Jelang New Normal, Sunday Market Segera Dibuka
Puting Beliung Robohkan Pohon dan Timpa Rumah Hingga Rusak Parah
Dua Keluarga di Kota Mojokerto Terkonfirmasi Positif Covid 19
Terdakwa Mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Bantah Semua Dakwaan Jaksa KPK
Polres Serahkan Bekas Kasus Pembunuhan Mertua Sekda ke Kejaksaan
   

Mengenang Gerakan Gerekan 30 September 1965, Para Pelajar Nobar Film G30S PKI
Tapal Kuda Dan Madura  Senin, 30-09-2019 | 17:24 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Gerakan 30 September 1965 atau G30S PKI, merupakan salah satu sejarah kelam yang akan terus dikenang oleh bangsa Indonesia. Untuk mengingat kembali, peristiwa tersebut serta untuk menggugah rasa nasionalisme di kalangan pelajar sekolah, ratusan pelajar sekolah menengah kejuruan di Kota Pasuruan, menggelar nonton bareng atau nobar film penumpasan pengkhianatan gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia.

Didampingi sejumlah guru, ratusan pelajar SMK PGRI di Kota Pasuruan, menggelar nonton bareng film penumpasan pengkhianatan gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia.

Guru sekolah, Suroso, menjelaskan, kegiatan nobar ini digelar dengan tujuan untuk menggugah rasa nasionalisme pelajar. "Serta untuk mengingat bahwa di Indonesia pernah terjadi satu sejarah kelam pada tahun 1965, yang mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Suroso.

Sementara salah satu pelajar, Ahmad Nadif, mengaku, setelah menonton film G30S PKI, dirinya dapat mengetahui jika dalam sejarah bangsa Indonesia pernah terjadi pemberontakan atau pengkhianatan.

"Saya berharap tidak akan terjadi lagi pengkhianatan di Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena itu akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Nadif.

Dengan digelarnya nobar film ini, diharapkan para pelajar dapat mengambil hkmah dari film tersebut, serta dapat menumbuhkan rasa nasionalisme di kalangan pelajar. (yos)

Berita Terkait

Mengenang Gerakan Gerekan 30 September 1965, Para Pelajar Nobar Film G30S PKI

Hari Berkabung Nasional, Siswa Diberi Pemahaman Sejarah Soal G30S PKI

Ratusan Pemuda Kediri Gelar Refleksi G30S PKI
Berita Terpopuler
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
Metropolis  9 jam

Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Peristiwa  10 jam

Habib Ini Borong Antibiotik Untuk Dibagikan Gratis
Sosok  8 jam

Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Metropolis  11 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber