Berita Terbaru :
Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Korban Begal Dibacok, Sepeda Motor Dirampas di Lumajang
Warga Nganjuk Kembalikan Beras Bantuan Covid Tak Layak Konsumsi
Kecelakaan Mobil Vs Motor, 2 Orang Terluka
Terpleset Saat Loncat ke Perahu, Nelayan Panarukan Tenggelam
Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Polri Beri Dispensasi Perpanjangan SIM Dampak Covid 19
BKD Jatim Angkat Bicara Terkait Pelantikan Kepala Sekolah
Ratusan Petugas Check Point Penyekatan Ikut Rapid Test
Pemprov Jatim Kembangkan Terapi Plasma Untuk Pasien Covid 19 Dengan Gejala Berat
Terdapat 7 Pasien Gangguan Jiwa RSJ Menur Terpapar Covid 19
Terdapat 130 Kasus Anak Positif Covid 19 di Jatim
Polres Malang Kembali Membuat Kampung Tangguh di Kawasan Kepanjen
Jelang New Normal, Penjual Masker Raup Omset Jutaan Rupiah Tiap Harinya
Uji Coba New Normal, Tempat Layanan Publik Dan Pariwisata Jadi Sasaran
   

Benarkan Banyak Minum Kopi Meningkatkan Risiko Migrain
Life Style  Senin, 30-09-2019 | 13:47 wib
Reporter :
Foto Ilustrasi.dok pojokpitu.com
pojokpitu.com, Minum terlalu banyak kopi dikaitkan dengan peningkatan risiko terkena migrain. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Medicine, peneliti AS di Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC), Rumah Sakit Brigham and Women dan Harvard T.H. Chan School of Public Health (HSPH) mengevaluasi peran minuman berkafein sebagai pemicu migrain yang potensial.

Para peneliti menemukan bahwa bagi mereka yang mengalami migrain, minum satu atau dua porsi minuman berkafein, seperti kopi, cola, dan teh, dikaitkan dengan sakit kepala pada hari itu atau hari berikutnya.

Banyak orang juga memiliki gejala seperti merasa sakit dan peningkatan sensitivitas terhadap cahaya atau suara.

Yayasan Penelitian Migrain (MRF) menyatakan bahwa migrain adalah penyakit ketiga yang paling umum di dunia dan menyerang sekitar 1,04 miliar orang dewasa di seluruh dunia.

Dalam studi kohort prospektif, 98 orang dewasa menyelesaikan buku harian elektronik setiap pagi dan malam selama setidaknya enam minggu.

Setiap hari, mereka melaporkan total porsi kopi berkafein, teh dan minuman berenergi yang mereka konsumsi.

Mereka juga mengisi laporan sakit kepala dua kali sehari yang merinci onset, durasi, intensitas, dan obat yang digunakan untuk migrain sejak entri buku harian sebelumnya.

Peserta juga merinci informasi tentang pemicu migrain umum lainnya, termasuk penggunaan obat-obatan, asupan minuman beralkohol, tingkat aktivitas, gejala depresi, stres psikologis, pola tidur dan siklus menstruasi.Para ilmuwan membandingkan insiden migrain individu pada hari-hari dengan asupan minuman berkafein dengan kejadian migrain pada hari-hari ketika mereka tidak mengonsumsi minuman berkafein.

Ini menghilangkan potensi faktor-faktor seperti jenis kelamin, usia, dan faktor-faktor demografis, perilaku, dan lingkungan individu lainnya untuk mengacaukan data.

Data menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi minuman berkafein memiliki peluang 27 persen terkena migrain pada hari itu.

Data dasar menunjukkan bahwa partisipan biasanya mengalami rata-rata lima sakit kepala per bulan - dan 66 persen dari mereka biasanya mengonsumsi satu hingga dua porsi minuman berkafein setiap hari.

"Peran kafein dalam kaitannya dengan migrain sangat kompleks, karena bisa memicu serangan tetapi juga membantu mengendalikan gejala," kata peneliti utama, Elizabeth Mostofsky, seperti dilansir laman Independent.

"Dampak kafein tergantung pada dosis dan frekuensi, tetapi karena ada beberapa studi prospektif tentang risiko langsung sakit kepala migrain setelah asupan minuman berkafein, ada bukti terbatas untuk merumuskan rekomendasi diet untuk orang dengan migrain," tambah Mostofsky. (fny/jpnn/pul)

Berita Terkait

Jangan Minum Kopi Saat Perut Kosong, ini 5 Dampaknya

Bank Bukopin Gresik Serahkan Sembako Untuk Korban Terdampak Corona

Keren, Mesin Kopi Ini Berkonsep Mesin Formula F1

Pengunjung Warung Kopi Cetol di Pasar Gondanglegi Dibubarkan
Berita Terpopuler
Rapid Tes di Warkop, Seorang Pengunjung Dinyatakan Reaktif
Kesehatan  14 jam

Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Peristiwa  18 menit

Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Metropolis  1 jam

Usai Lebaran Harga Bawang Merah Capai Rp 41 Ribu
Ekonomi Dan Bisnis  12 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber