Berita Terbaru :
Lawan Covid-19, Komunitas Exodus Bagikan APD ke Puskesmas dan Ojol
Lawan Covid 19, Warga Perumahan di Mojokerto Bersama Berjemur Badan
Dampak Corona, Travel Umroh Dan Haji Alami Penurunan Omzet 75 Persen
Menyantap Gurihnya Lontong Pedal Khas Bojonegoro
Antisipasi Penyebaran Virus Covid 19, Muspika dan Pemdes Bagi Masker
Dirumahkan, Karyawan Homestay Produksi Masker
Selangkah Lagi Pasangan OK Kantongi Rekom Partai Golkar
Akibat Masker Mulai Langka, Warga Binaan Rutan Trenggalek Produksi Masker Sendiri
Bantuan 100 APD Hazmat Suit Berupa Baju Pelindung Untuk Tenaga Medis Bojonegoro
Pelaku Pembunuhan di Kebun Ternyata Suaminya Sendiri
Cerita Pengusaha Konveksi di Tengah Wabah Covid-19
Dampak Covid-19, Okupansi Hotel dan Restoran di Tulungagung Tinggal 8 Persen
Polisi Salurkan Bantuan Paket Sembako Untuk Warga Kurang Mampu
Calon Wisata Sumber Umis Dilirik Investor
Pencuri Spesialis Rumah Kosong Ditembak Polisi
   

Tim Ahli Susun Langkah Penanggulangan Semburan Lumpur Kutisari
Metropolis  Minggu, 29-09-2019 | 17:05 wib
Reporter : Ainul Khilmiah
Tim ahli geologi tengah menyusun sejumlah opsi, untuk menanggulangi semburan lumpur di Kutisari Indah Utara Surabaya. Sebab sudah 1 minggu berselang pasca terjadinya semburan, volume air bercampur minyak yang dikeluarkan semakin banyak. Foto Ainul Khilmiah
Surabaya pojokpitu.com, Sejumlah tim ahli geologi, mendatangi lokasi kejadian semburan lumpur di Kutisari Indah Utara 3 Surabaya, Minggu (29/9) siang. Mereka ikut mengkaji fenomena terjadinya semburan lumpur tersebut, dan mencoba untuk menyusun langkah-langkah penanggulangan semburan tersebut.

Sebab sudah seminggu berselang pasca pertama kali terjadinya semburan lumpur, air dan gas metan masih terus keluar dengan volume yang semakin tinggi. Dari hasil pantauan tim pgn, gas metan yang sebelumnya terdeteksi 80 persen kini sudah terjadi peningkatan, hingga tidak bisa terdeteksi alat karena kadarnya yang terlalu tinggi.

Handoko Teguh Wibowo, Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Jawa Timur menyatakan, diduga semburan lumpur tersebut dari kebocoran bekas pengeboran pipa yang dilakukan pada jaman belanda. Di wilayah kutisari sendiri, terdapat 34 titik bekas pengeboran sejak tahun 1.880 silam. Serta sudah berhasil terdeteksi dari 80 titik pengeboran. Pihaknya punya dua opsi yang bisa dilakukan menghentikan semburan lumpur tersebut, yakni dengan membuat tandon atau dengan mengecor bagian dalam lubang titik munculnya semburan. "Kita bikin separator, gas air dan minyak kita pisahkan, kalau gas akan rilis ke atas, air dan minyak dia akan ke bawah dan akan ngalir, prinsipnya kita memisahkan air, gas, dan minyak. Saya kira kalau nanti kemungkinannya posibble dari hasil observasi bawah permukaan besok, saya kira di plak abanden juga memungkinkan. Jadi opsinya ada dua, kita bikin plak abanden atau kita bikin tandon dan kita rilis gasnya," kata Handoko Teguh Wibowo.

Setidaknya, masih butuh waktu 1 minggu untuk memantau titik semburan hingga proses penanggulangan dilakukan. Jika nanti dinyatakan sudah aman, maka rumah tempat titik semburan muncul, bisa kembali ditempati. (pul)


Berita Terkait

Tim Ahli Susun Langkah Penanggulangan Semburan Lumpur Kutisari

Pemkab Datangkan Tim Ahli Untuk Warga Terdampak Direlokasi
Berita Terpopuler
Keterlaluan, Bisnis Ganja di Tengah Wabah Corona
Hukum  10 jam

Isi Libur Sekolah, Siswi SMKN 1 Sidoarjo Membuat APD dan Masker
Pendidikan  8 jam

Cegah Corona, Puluhan Napi di Lapas Tuban Dibebaskan
Hukum  10 jam

Pemkab Ngawi Hentikan Sementara Kegiatan Dari Anggaran DAK
Politik  8 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber