Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Dewan Pers Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis
Sabtu, 28-09-2019 | 16:08 wib
Oleh : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh, mengecam berbagai kasus kekerasan aparat terhadap jurnalis saat meliput demonstrasi mahasiswa tolak RKHUP, beberapa waktu lalu. Dirinya akan berkomunikasi dengan Kapolri guna penanganan perlindungan terhadap pers.

Selepas memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Nahdatul Ulama Surabaya (UNUSA) Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh, mengecam keras kasus kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis saat meliput demonstrasi mahasiswa tolak RKHUP di berbagai daerah beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, segala upaya yang menghalangi ataupun mempersulit dan melemahkan kemerdekaan pers harus harus dilawan. "Kami juga akan melakukan komunikasi dengan Kapolri Tito Karnavian terkait perlindungan jurnalis saat bertugas," ujar Mohammad Nuh, Ketua Dewan Pers.

Selain itu, Ketua Dewan Pers juga menolak dengan tegas 10 pasal kontroversial terkait kebebasan pers dalam rancangan undang-undang hukum pidana, RKHUP.

Mohammad Nuh juga memaparkan 3 syarat terkait kemerdekaan pers, yakni peningkatan kompetensi jurnalis, perlindungan terhadap jurnalis dan kesejahteraan terhadap jurnalis.(end)

Berita Terkait


Dewan Pers Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis

Dewan Pers: Waspadai Media Abal-Abal Yang Bikin Resah

Berita Tak Berimbang, Polda Layangkan Surat ke Dewan Pers

Tertangkap, Peretas Situs Dewan Pers Ternyata Tukang Cuci Baju


Dewan Pers Awasi Pemberitaan Media Terkait Kampanye Pilkada 2018

Aiman Ingin Masalah dengan Brigjen Aris Ditangani Dewan Pers

Bantu Verifikasi Media oleh Dewan Pers, PWI Jatim Gelar UKW Angkatan ke-21

Tertangkap, Peretas Situs Dewan Pers Ternyata Tukang Cuci Baju

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber