Berita Terbaru :
Lawan Covid-19, Komunitas Exodus Bagikan APD ke Puskesmas dan Ojol
Lawan Covid 19, Warga Perumahan di Mojokerto Bersama Berjemur Badan
Dampak Corona, Travel Umroh Dan Haji Alami Penurunan Omzet 75 Persen
Menyantap Gurihnya Lontong Pedal Khas Bojonegoro
Antisipasi Penyebaran Virus Covid 19, Muspika dan Pemdes Bagi Masker
Dirumahkan, Karyawan Homestay Produksi Masker
Selangkah Lagi Pasangan OK Kantongi Rekom Partai Golkar
Akibat Masker Mulai Langka, Warga Binaan Rutan Trenggalek Produksi Masker Sendiri
Bantuan 100 APD Hazmat Suit Berupa Baju Pelindung Untuk Tenaga Medis Bojonegoro
Pelaku Pembunuhan di Kebun Ternyata Suaminya Sendiri
Cerita Pengusaha Konveksi di Tengah Wabah Covid-19
Dampak Covid-19, Okupansi Hotel dan Restoran di Tulungagung Tinggal 8 Persen
Polisi Salurkan Bantuan Paket Sembako Untuk Warga Kurang Mampu
Calon Wisata Sumber Umis Dilirik Investor
Pencuri Spesialis Rumah Kosong Ditembak Polisi
   

Kandungan Gas Metan Semburan Lumpur Kutisari Meningkat
Metropolis  Jum'at, 27-09-2019 | 16:23 wib
Reporter : Ainul Khilmiah
Surabaya pojokpitu.com, Meski sudah 5 hari, lumpur bercampur minyak mentah masih terus menyembur di halaman rumah warga di Kutisari Indah Utara Surabaya. Meski minyak mentah yang keluar kini lebih cair, namun volume semburan masih besar dan disertai dengan meningkatnya kandungan gas metan di dalamnya.

Semburan lumpur bercampur minyak mentah yang muncul dari salah satu halaman rumah warga di Kutisarai Indah Utara III Surabaya hingga kini masih keluar. Volume semburan lumpur tersebut masih besar.

Sebelumnya, lumpur bercampur minyak mentah yang keluar ditempatkan di dalam karung untuk dibuang. Namun kini,  semburan yang keluar teksturnya lebih cair, sehingga ditempatkan dalam drum-drum yang telah disiapkan.

Hingga Jumat siang (27,9) pukul 11.00 Wib, sudah ada 16 drum lumpur cair bercampur minyak mentah yang dikumpulkan. Kamis kemarin (26/9) 24 drum juga telah dipindahkan ke tempat pengolahan limbah.

Dari hasil pengecekan Tim Perusahaan Gas Negara (PGN), terjadi peningkatan kandungan gas metan. Kadar gas metan tersebut masih di angka 80 persen atau sebesar 20 ribu ppm, sehingga berbahaya saat tersulut api. "Angka tersebut sudah melebihi ambang batas keamanan, yakni dibawah 100 ppm," kata Arihan Rohandi, Operator Leak Survey PGN.

Rambu larangan merokok masih terpasang, agar menghindari kemungkinan tersulutnya api. Meski begitu, kejadian tersebut justru dimanfaatkan oleh siswa-siswi SDN Kutisari sebagai lahan untuk belajar dengan melihat secara langsung ke lokasi kejadian. Demi kemananan, pelajar hanya bisa melihat dari luar pagar.(yan)

Berita Terkait

ESDM Memastikan Gas yang Muncul di Lamongan Akan Hilang Sendiri

Semburan Gas Muncul Dari Sumur Bor Warga Lamongan

2 Hari Dikebut, Pemasangan Separator Kutisari Tuntas

Solusi Semburan Kutisari Akan Dibuatkan Separator
Berita Terpopuler
Keterlaluan, Bisnis Ganja di Tengah Wabah Corona
Hukum  11 jam

Isi Libur Sekolah, Siswi SMKN 1 Sidoarjo Membuat APD dan Masker
Pendidikan  9 jam

Cegah Corona, Puluhan Napi di Lapas Tuban Dibebaskan
Hukum  11 jam

Pemkab Ngawi Hentikan Sementara Kegiatan Dari Anggaran DAK
Politik  9 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber