Berita Terbaru :
BIN Bantu Pemkot Surabaya Gelar Rapid Tes Massal
Ahli Komunikasi Ini Menganggap Persoalan PCR Hanya Miskomunikasi
Rapid Test dan APD Kabaharkam Polri Digunakan di RS Bhayangkara
New Normal Akan Diterapkan Saat Tahun Ajaran Baru
Pemkot Malang Tetapkan 13 Point Untuk New Normal Life
Warga Temboro Minta Kelonggaran Akses, Sementara Pemkab Tawarkan Kampung Tangguh
Nenek Berusia 100 Tahun Sembuh Dari Covid-19
Ditengah Pandemi Covid-19, Penjualan Tanah Kavling Turun Drastis
21 Pasien Covid 19 Asal Lumajang Dinyatakan Sembuh
Data Hari Ini Pasien Covid 19 Bertambah 557 Orang
Empat Pasien Reaktif Dijemput Jalani Isolasi
Hasil Rapidtest 815 Karyawan Pabrik Rokok Madiun Non Reaktif
Bupati Kunjungi 8 Orang Yang Dikarantina Karena Mudik
Ratusan Pedagang di 3 Pasar Bojonegoro Ikut Rapid Test
Tambang Batu Kapur Runtuh, Alat Tambang Rusak Tertimbun
   

Wahyu Pramono Residivis Pencurian Ditembak Polisi
Mataraman  Kamis, 26-09-2019 | 05:07 wib
Reporter : Herpin Pranoto
Karena mencoba kabur saat dilakukan penangkapan dari tempat persembunyiannya di magetan, Wahyu Pramono terpaksa harus ditembak kakinya.
Ngawi pojokpitu.com, Satuan Reserse Kriminal Polres Ngawi, terpaksa melumpuhkan kaki seorang residivis pencuri spesialis rumah kosong.

Pelaku Wahyu Pramono (30) warga Desa Sambirobyong, Kecamatan Gegeng Ngawi, hanya bisa merintih kesakitan saat di gelandang ke kantor Polres Ngawi. Kaki residivis pencuri spesialis rumah kosong dilumpuhkan dengan timah panas. Sebab mencoba kabur saat dilakukan penangkapan di rumah kontrakan Magetan.

Untuk berjalan pun wahyu harus bantu oleh rekannya, Darmono (40) asal Desa Bayem Wetan, Kecamatan Kartoharjo, yang merupakan penadah hasil dari kejahatannya. Polisi juga menyita 4 buah handphone hasil curian sebagai barang bukti.

Kompol hartono, wakapolres ngawi mengatakan, aksi kejahatan pelaku sudah dilakukan 3 kali. Pelaku yang sempat kabur ke Jakarta itu merupakan DPO. Terakhir pelaku melakukan aksi serupa di rumah Sukimin, warga Desa Baderan, Kecamatan Geneng, Ngawi.

Dari dalam rumah itu, pelaku mencuri 2 handphone berikut uang Rp 2 juta. Pelaku berhasil masuk dengan cara mencongkel jendela kamar. Anak korban yang memergokinya langsung meneriaki pelaku hingga bapaknya terbangun. Namun pelaku berhasil kabur sambil membawa hasil curiannya.

Kepada polisi, mengaku seluruh uang hasil kejahatan sudah habis untuk berfoya-foya. Pelaku sebelumnya sudah keluar masuk penjara pada kasus serupa.

Polisi bakal menjerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan yang ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara. Begitu juga dengan Darmono, rekannya yang sebagai penadah terancam hukuman hingga 4 tahun penjara. (pul)

Berita Terkait

Bebas Asmilasi, Dua Pelaku Curanmor Ditembak Mati

Terekam CCTV, Dua Resedivis Pelaku Curat Kembali Dibekuk Polisi

Satu Residivis Berstatus Bebas Bersyarat, Lalu Ditangkap Lagi

Satu Residivis Berstatus Bebas Bersyarat, Lalu Ditangkap Lagi
Berita Terpopuler
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19...selanjutnya
Metropolis  10 jam

19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  19 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  17 jam

Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Politik  7 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber